24 Januari 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tolak Money Politics, AMAMP Bontang Beri Edukasi Lewat Brosur


Tolak Money Politics, AMAMP Bontang Beri Edukasi Lewat Brosur
Para pengendara motor dibagikan brosur tentang bahaya politik uang dalam memilih pemimpin. (EKSPOSKaltim/Hermawan)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Money politics memang menjadi momok dalam pemilihan umum (Pemilu). Tak heran, kegiatan itu dianggap sebagai kejahatan yang serius dalam dunia politik yang harus dilawan dan dienyahkan secara bersama-sama.

Untuk itu, Aliansi Masyarakat Anti Money Politics (AMAMP) Bontang terus menekan terjadinya aksi itu, dengan membagikan brosur tentang bahaya praktek money politics ini.

Baca juga : Remaja di Bontang Meringkuk di Penjara Usai Tiduri Pacar Sebanyak 6 Kali

Sebanyak 7000 lembar brosur dibagikan di berbagai titik di wilayah Bontang Selatan, Sabtu (5/12/2020). Baik di jalan maupun door to door ke rumah warga.

Ketua Aliansi Masyarakat Anti Money Politik (AMAMP) Bontang, Sumarno, mengatakan melawan praktik politik uang diperlukan peran para politisi sejati, yang benar-benar memahami bahwa makna dari politik adalah seni menata negara, dan tujuannya adalah menciptakan kebaikan bersama semata – mata untuk kesejahteraan rakyat. Bukan mempertontonkan prilaku yang tidak baik kepada masyarakat.

Dengan gerakan ini, kata dia, bisa mengedukasi masyarakat agar paham bahaya money politik dan mengajak masyarakat menolak politik uang yang berkecenderungan memunculkan pemimpin korup, karena berangkat dengan biaya politik tinggi.

“Satgas yang turun dan disupport jasa kurir Bontang sekitar 65 orang, tujuannya untuk menciptakan demokrasi bersih dan sehat,” terangnya.

Baca juga : Disnaker Bontang Beberkan Jenis Pelatihan di LPK Binaan

Dengan hadirnya organisasi ini, lanjut Sumarno, bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat pentingnya memilih pemimpin yang tidak menggalakkan praktek itu.

“Kami akan terus mengalakkan kegiatan ini, meskipun pemilihan ini berakhir. Ke depan tidak ada lagi pemimpin kota ataupun anggota legislatif terpilih karena uang," tegasnya.

 

Reporter : Hermawan    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0