EKSPOSKALTIM , AICHI – Lagu Indonesia Raya akhirnya berkumandang untuk pertama kalinya di panggung Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia sukses mempersembahkan medali emas perdana bagi kontingen Merah Putih lewat kemenangan dramatis 3-2 atas musuh bebuyutan mereka, Tiongkok, dalam laga final yang menguras emosi.
Kemenangan ini terasa sangat monumental karena sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun.
Indonesia terakhir kali merebut medali emas beregu putra Asian Games pada edisi Bangkok 1998 silam, yang saat itu juga diraih setelah menundukkan Negeri Tirai Bambu.
Sempat Tertinggal 0-2
Perjuangan skuad Garuda di Gimnasium Kota Ichinomiya City tidak berjalan mudah. Indonesia sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal 0-2 di dua partai pertama.
Partai Pertama: Tunggal putra Jonatan Christie yang turun sebagai motor utama harus mengakui keunggulan Andalan China, Shi Yuqi, dengan skor straight game 13-21, 18-21.
Partai Kedua: Harapan untuk menyamakan kedudukan sempat pupus setelah ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tak berkutik menghadapi permainan taktis lawannya.
Kebangkitan Luar Biasa Garuda Muda
Dalam situasi kritis, mental baja ditunjukkan oleh para pemain muda Indonesia. Alwi Farhan yang turun di partai ketiga menjadi pemantik kebangkitan Merah Putih. Lewat duel ketat tiga gim yang menegangkan, Alwi sukses menumbangkan Li Shifeng dengan skor 23-21, 15-21, dan 21-16 untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Napas Indonesia diperpanjang oleh pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di partai keempat. Leo/Daniel tampil luar biasa perkasa di bawah tekanan.
Setelah memenangkan gim pertama yang sengit dengan skor 23-21, mereka mengamuk di gim kedua dan menang telak 21-10. Skor pun berubah imbang menjadi 2-2.
Ubed Jadi Pahlawan Penentu
Pesta kelima menjadi klimaks dari drama enam jam di arena pertandingan. Pemain muda Mohammad Zaki Ubaidillah (yang akrab disapa Ubed) memikul beban berat sebagai penentu nasib Indonesia.
Menghadapi tunggal putra Tiongkok, Weng Hongyang, Ubed sempat tampil tegang dan tertinggal 16-20 di gim pertama. Namun, dengan kematangan mental yang luar biasa, Ubed berhasil membuktikan keadaan untuk menang 23-21.
Memasuki gim kedua, Arah pelatih membuat Ubed tampil semakin percaya diri dan mendominasi laga hingga menutup gim dengan skor 21-13.
Begitu pukulan terakhir Ubed gagal dikembalikan oleh Weng Hongyang, kegembiraan langsung meledak di kubu Indonesia. Seluruh pelatih, pemain, dan ofisial berlari ke tengah lapangan merayakan medali emas yang sudah dinanti selama hampir tiga dekade.
"Tentu ada perasaan tertekan di awal dan sempat tegang juga. Namun, saya terus berjanji pada diri sendiri untuk tetap tenang di lapangan, dan pelatih juga terus memberikan keyakinan kepada saya," kata Ubed penuh syukur seusai laga.
Kemenangan gemilang ini sekaligus memutus dominasi Tiongkok yang sebelumnya menjuarai nomor beregu putra pada dua edisi Asian Games berturut-turut (2018 dan 2022).

