PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dorong Kemandirian Desa Lewat PKT BISA, Pupuk Kaltim Sabet Predikat Gold CSR & PDB Awards 2026

Home Berita Dorong Kemandirian Desa L ...

Dari persoalan limbah menjadi sumber energi dan ekonomi, Pupuk Kaltim membuktikan program TJSL berbasis sirkular ekonomi melalui PKT BISA mampu mendorong produktivitas padi 70 ton dan jagung 81 ton di Magetan, sekaligus meraih Gold CSR & PDB Awards 2026 dari Kemendes PDT.


Dorong Kemandirian Desa Lewat PKT BISA, Pupuk Kaltim Sabet Predikat Gold CSR & PDB Awards 2026
Warga Desa Kepuhrejo, Magetan, memanfaatkan biogas dari limbah peternakan dan pertanian hasil program PKT BISA Pupuk Kaltim untuk kegiatan produktif UMKM. Inovasi ekonomi sirkular ini menjadi kunci Pupuk Kaltim meraih Gold CSR & PDB Awards 2026 dari Kemendes PDT. (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

EKSPOSKALTIM , Jakarta – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih predikat Emas pada ajang CSR & PDB Awards 2026 yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi (PKT BISA).

Program PKT BISA diimplementasikan di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Program ini dinilai berhasil menghadirkan pemberdayaan berkelanjutan dengan mengintegrasikan pertanian, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, energi terbarukan, hingga pengembangan usaha masyarakat dalam satu ekosistem.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan keberhasilan PKT BISA membuktikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirancang berdasarkan potensi lokal dapat memberikan dampak yang lebih besar.

“Utamanya adalah meningkatkan kapasitas masyarakat, menciptakan nilai tambah dari potensi lokal, serta membangun sistem yang dapat terus berjalan setelah program intervensi. Pupuk Kaltim mengembangkan PKT BISA dengan pendekatan ekonomi sirkular untuk memberikan manfaat berkelanjutan,” ujar Rafli, Selasa (29/9/2026).

Sejak dikembangkan pada tahun 2021, PKT BISA secara bertahap membangun ekosistem agribisnis terpadu dengan menggandeng berbagai pihak. Limbah peternakan dan perikanan yang sebelumnya menjadi permasalahan lingkungan, diolah menjadi biogas dan kompos.

Energi dari biogas tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengeringkan hasil pertanian, kegiatan UMKM produktif, hingga kebutuhan energi rumah tangga rentan di sekitar kawasan.

“Prinsip yang kami dorong adalah bagaimana potensi yang ada di desa dapat saling terhubung. Limbah dari satu aktivitas dapat menjadi input bagi aktivitas lainnya, sehingga terciptalah siklus yang memberi manfaat kembali bagi masyarakat,” lanjut Rafli.

Dampak program terlihat pada produktivitas pertanian. Pada tahun 2025, PKT BISA mendorong petani di Babadan meningkatkan intensitas panen hingga empat kali dalam setahun. Dalam satu periode, produksi padi mencapai 70 ton di lahan 10 hektar, kacang tanah 5 ton di lahan 1,1 hektar, serta jagung 81 ton dari lahan 8 hektar.

Produktivitas tersebut diselaraskan dengan program Agrosolution berupa pendampingan langsung kepada petani binaan dengan total pengelolaan lahan 19,1 hektar, mulai dari pengolahan lahan, pemupukan berimbang, pengendalian hama, hingga akses pasar.

“Program juga mengintegrasikan kelompok pertanian, peternakan, perikanan, kompos, serta UMKM dan kelompok perempuan dalam satu pemberdayaan ekosistem,” kata Rafli.

Di sektor peternakan, masyarakat didorong untuk meningkatkan kualitas pakan dan pengelolaan usaha. Di sektor perikanan, hasil budidaya dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah yang telah dipasarkan hingga luar daerah.

“Kami ingin program ini tumbuh menjadi milik masyarakat. Pupuk Kaltim hadir sebagai katalisator, membuka akses, membangun kapasitas, dan memperkuat ekosistemnya. Selanjutnya, masyarakat bersama seluruh mitra kolaborasi menjadi penggerak utama program berkelanjutan,” tuturnya.

Ke depan, Pupuk Kaltim memproyeksikan PKT BISA berkembang menjadi Pusat Agroedukasi terpadu, sekaligus memperluas jaringan pemasaran dan membuka peluang replikasi di wilayah lain.

Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, mengapresiasi kontribusi Pupuk Kaltim dan perusahaan penerima penghargaan lainnya.

"Kami mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. Kami harap kolaborasi seperti ini terus diperkuat, karena pembangunan desa membutuhkan sinergi semua pihak. Kalau desanya maju, Indonesianya maju," ujar Riza saat penyerahan penghargaan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha melalui CSR menjadi bagian penting dalam melengkapi pembangunan pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :