PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Wali Kota Bontang Tunda Revitalisasi Lang-Lang: Tunggu Keuangan Membaik

Home Berita Wali Kota Bontang Tunda R ...

Dibanderol Rp32 miliar, revitalisasi Stadion Bessai Berinta Lang-Lang Bontang batal jalan 2027. Wali Kota Neni menyebut kas daerah tak sesuai ekspektasi Rp2 triliun, proyek pun ditunda hingga perbaikan keuangan meski retribusi tetap ditarik.


Wali Kota Bontang Tunda Revitalisasi Lang-Lang: Tunggu Keuangan Membaik
Kondisi Stadion Bessai Berinta atau Lapangan Lang-Lang Bontang. Pemkot menunda revitalisasi senilai Rp32 miliar pada 2027 karena keterbatasan fiskal. (Foto: Sa'adah)

EKSPOSKALTIM , Bontang – Rencana pembenahan Stadion Bessai Berinta atau Lapangan Lang-Lang kembali harus menunggu. Pemerintah Kota Bontang memutuskan tidak merealisasikan revitalisasi fasilitas olahraga tersebut pada tahun 2027 karena kondisi fiskal daerah terbatas.

Nilai revitalisasi tersebut tidak kecil, yakni Rp32 miliar.

Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, mengatakan revitalisasi sempat direncanakan masuk dalam program pembangunan 2027. Saat itu, kemampuan anggaran daerah tahun depan diperkirakan berada di atas Rp2 triliun.

Namun perkembangan keuangan daerah tidak sesuai rencana, sehingga perbaikan harus ditunda.

“Kami putuskan tidak jadi, program itu ditunda sampai kondisi keuangan membaik,” katanya, Minggu (4/10/2026).

Meski belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, Neni memastikan revitalisasi Lang-Lang tidak dihapus dari agenda pembangunan. Program tersebut tetap menjadi prioritas ketika keuangan daerah memungkinkan.

“Lang-lang juga bisa dinikmati masyarakat, banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sana, bukan hanya kegiatan pemerintahan,” bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, menyebut kebutuhan peningkatan fasilitas Lang-Lang memang besar. Lapangan tersebut tidak hanya digunakan masyarakat, tetapi juga menjadi fasilitas yang memiliki aktivitas retribusi.

Pembenahan usulan juga muncul dari masyarakat yang mengharapkan peningkatan fasilitas seiring penerapan retribusi.

“Misalnya ada penarikan retribusi, tentu masyarakat maunya fasilitasnya juga diperbaiki. Itulah yang kami coba usulkan untuk melakukan revitalisasi,” ungkapnya.

Ia mengakui setiap program tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

"Kalau memang tidak ada anggaran, tidak kami laksanakan. Kalau ada anggaran, itu menjadi amanah yang harus dijalankan," jelasnya.

Eko menegaskan sejalan dengan kebijakan kepala daerah dalam meningkatkan kualitas sarana olahraga.

“Kalau Bunda Wali Kota mengatakan tahun depan belum bisa dilakukan revitalisasi, ya kami ikuti,” tutupnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :