EKSPOSKALTIM, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mulai menerapkan kebijakan work fromwhere (WFA) bagi pegawai setiap hari Jumat.
Kebijakan ini menjadi langkah efisiensi anggaran sekaligus mendukung lingkungan yang lebih ramah.
Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, mengatakan kebijakan tersebut mulai diberlakukan Jumat ini dan berlaku bagi seluruh pegawai.
“Kecuali mereka yang bertugas di sektor pelayanan, maupun pekerjaan yang tetap membutuhkan kehadiran langsung,” ujarnya, Senin (5/10/2026).
Menurut Neni, salah satu pertimbangan WFA adalah penghematan penggunaan listrik di lingkungan perkantoran pemerintah.
“Penghematan yang diperoleh dalam sehari diperkirakan hemat bisa sampai Rp29 juta,” sebutnya.
Jika dihitung dalam satu bulan, penghematan tersebut dinilai cukup signifikan.
“Kalau dikalikan per bulan, lumayan bisa Rp100 juta lebih, per tahun bisa tembus Rp1 miliar,” katanya.
Oleh karena itu, Neni menilai WFA dapat menjadi alternatif untuk menekan belanja daerah di tengah upaya efisiensi anggaran.
Neni menegaskan, WFA tidak berarti pegawai berhenti bekerja. Seluruh tugas dan target tetap harus diselesaikan meski tidak bekerja dari kantor.
“Yang penting kerjanya tetap tuntas,” tegasnya.
Selain efisiensi, kebijakan tersebut juga berkaitan dengan aspek lingkungan. Pengurangan aktivitas kantor pada hari Jumat diharapkan turut menekan konsumsi energi.
"Kita mulai Jumat ini mengeluarkan surat kerja dari mana saja. Di samping ramah lingkungan, juga memang efisiensi anggaran, jadi saling berkesinambungan," jelasnya.
Dengan kebijakan tersebut, pegawai diperbolehkan bekerja dari lokasi mana pun selama tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Di mana saja boleh, yang penting tidak mengurangi produktivitas,” tegasnya.

