PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pencarian Pelajar Tenggelam di Sungai Mahakam Berlanjut, Wali Kelas Ungkap Sosok Noval di Sekolah

Home Berita Pencarian Pelajar Tenggel ...

Sehari setelah tenggelam di Sungai Mahakam, Muhammad Noval masih belum ditemukan. Di sekolah, wali kelas mengenang sosok pelajar 13 tahun itu sebagai anak pendiam, rajin beribadah, dan aktif dalam kegiatan keagamaan.


Pencarian Pelajar Tenggelam di Sungai Mahakam Berlanjut, Wali Kelas Ungkap Sosok Noval di Sekolah
Tim gabungan melakukan pencarian terhadap pelajar SMP yang diduga tenggelam di Sungai Mahakam, kawasan Kampung Ketupat, Samarinda Seberang. Hingga Rabu (7/10/2026), korban masih dalam pencarian. Foto: Ekspos Kaltim

EKSPOSKALTIM, Samarinda — Sehari setelah dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, kabar tentang Muhammad Noval masih menyisakan penantian bagi keluarga, sekolah, dan warga di kawasan Kampung Ketupat, Samarinda Seberang.

Pelajar kelas VII SMP berusia 13 tahun itu belum ditemukan hingga pencarian kembali dilakukan tim gabungan. Noval dilaporkan tenggelam di sekitar kawasan Mangkupalas, Jalan Tanjung Aru, Gang Awang Abdullah RT 14, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (6/10/2026) sore.

Di tengah pencarian yang masih berlangsung, cerita dari lingkungan sekolah memperlihatkan sosok Noval sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Wali Kelas VII G, Voni Oktavianda, pertama kali mengetahui kabar Noval tenggelam bukan dari keluarga, melainkan dari grup orang tua siswa sekitar pukul 20.00 Wita.

Saat itu, Voni baru terbangun setelah tidur sepulang kerja. Ia melihat percakapan di grup orang tua siswa yang ramai membicarakan kabar Noval.

“Saya lihat HP, eh kok ramai di grup orang tua. Terus saya cek, saya baca, baru di situ saya tahu ternyata ananda Naufal tenggelam,” ujar Voni kepada EksposKaltim, Rabu (7/10).

Voni kemudian memastikan kabar tersebut dengan menghubungi sejumlah teman Noval. Dari mereka, ia mendapat konfirmasi bahwa kabar tersebut benar.

Kabar itu sontak membuat pihak sekolah terkejut. Sebab, selama berada di lingkungan sekolah, Noval dikenal sebagai siswa yang tenang dan tidak banyak tingkah.

Voni menggambarkan Noval sebagai anak yang baik, rajin beribadah, sekaligus cukup aktif dalam kegiatan keagamaan di kelas.

“Jadi anak yang enggak neko-neko lah anaknya, dan pendiam juga. Enggak banyak bicara gitu anaknya,” katanya.

Di kelas, Noval dipercaya sebagai seksi keagamaan. Ia disebut kerap mengajak teman-temannya mengikuti salat Dhuha maupun salat Zuhur yang menjadi bagian dari kegiatan sekolah.

Di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, kenangan tentang Noval di sekolah kembali muncul dari pertemuan terakhirnya dengan sang wali kelas.

Gelisah Saat Upacara

Voni mengingat sehari sebelum kabar Noval tenggelam, tepatnya Senin (5/10), ia melihat sesuatu yang berbeda dari sikap siswanya saat mengikuti upacara.

Noval yang biasanya lebih tenang justru terlihat gelisah. Ia berdiri di bagian depan dan sempat membuka topinya lalu meletakkannya di bawah.

“Saya datangi, ‘Naufal, kamu kenapa?’ Enggak apa-apa, Bu,” tutur Voni menirukan percakapan.

Seusai upacara, Noval kembali menemui wali kelasnya. Namun, tidak ada percakapan khusus mengenai sesuatu yang akan terjadi. Ia hanya meminta bantuan karena baju olahraganya hilang.

Percakapan sederhana tersebut kemudian menjadi salah satu momen terakhir yang paling diingat Voni.

Pada Selasa, Noval sebenarnya hadir di sekolah. Namun, Voni mengaku tidak sempat menyadari keberadaan siswanya itu.

Padahal, posisi duduk Noval berada di baris ketiga dan tepat menghadap meja wali kelasnya.

“Enggak tahu hari Selasa tuh saya ngerasa dia tuh enggak ada. Tapi dia hadir,” ucapnya.

Perasaan tersebut baru terasa janggal setelah Voni mendapat kabar Noval tenggelam.

“Syok karena kaget banget,” katanya.

Pulang Futsal, Kemudian Menuju Sungai

Sebelum kejadian, Noval diketahui baru pulang mengikuti ekstrakurikuler futsal di sekolah.

Berdasarkan informasi yang diterima Voni dari keluarga, Noval kemudian pulang ke rumah dan hendak makan. Namun, saat listrik padam, ia disebut meninggalkan makanannya dan pergi melihat kapal atau aktivitas di sekitar sungai.

Sebelumnya, Pamapta III Polresta Samarinda Aiptu Joko Wahyudi menyebut Noval datang menemui pamannya yang berada di atas kapal.

Noval sempat menyampaikan keinginannya untuk mandi di Sungai Mahakam. Namun, sang paman melarangnya dan meminta agar mandi di rumah.

Tak lama kemudian, sang paman mendengar suara dari arah depan kapal dan mendapati Noval sudah berada di dalam air.

Korban sempat terlihat mengapung dan seperti meminta pertolongan. Sang paman berupaya melemparkan tali dari atas kapal, tetapi tidak berhasil mencapai posisi korban.

Paman korban juga tidak dapat langsung terjun ke sungai karena tidak bisa berenang.

“Omnya melihat keponakannya seperti meminta pertolongan,” kata Joko.

Korban kemudian semakin sulit terlihat hingga akhirnya menghilang dari permukaan Sungai Mahakam.

Tim gabungan langsung dikerahkan setelah laporan diterima. Basarnas Samarinda, kepolisian, dan unsur terkait melakukan pencarian di kawasan perairan tersebut.

Pada malam pertama pencarian, kondisi gelap dan jarak pandang terbatas membuat tim terlebih dahulu melakukan pendeteksian kedalaman air sebelum menentukan langkah penyelaman.

Hingga Rabu (7/10/2026), pencarian terhadap Noval masih berlangsung. Menurut pemantauan EksposKaltim di lokasi, keluarga korban juga masih menunggu kabar dari tim pencari.

Selain mengandalkan proses pencarian tim gabungan, keluarga menjalankan ikhtiar melalui doa bersama dengan tradisi setempat.

Sementara itu, pihak sekolah memberikan dukungan dengan menggelar doa bersama.

Voni mengatakan pihak sekolah bersama wakil kepala sekolah bidang kesiswaan akan mendatangi rumah Noval. Setelah itu, sekolah berencana menggelar doa bersama untuk mendoakan agar siswanya segera ditemukan.

“Semoga segera ditemukan. Ya harapannya dalam keadaan yang masih baik-baik saja, harapannya itu,” tutup Voni.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :