Warga Bontang yang berharap pemadaman bergilir berakhir pada September tampaknya masih harus bersabar.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di Kota Bontang setelah memasuki bulan Oktober. Kondisi ini berlangsung meski sebelumnya PT PLN (Persero) menarget perbaikan sistem kelistrikan hingga akhir September 2026.
Memasuki Oktober 2026, pemadaman bergilir tercatat kembali terjadi setidaknya tiga kali di wilayah Bontang. Hal ini kembali dikeluhkan masyarakat Kota Bontang, yang mengira pemadam tak lagi terjadi setelah demo.
Sebelumnya, PLN menjelaskan gangguan pasokan listrik dipengaruhi kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Timur yang belum sepenuhnya optimal.
Sejumlah pembangkit masih mengalami gangguan maupun menjalani pemeliharaan. Pembangkit tersebut yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim (CFK) di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, serta PLTMG Bangkanai.
Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bontang Kota, Rendra Alfian Raharjo, menjelaskan target yang disampaikan sebelumnya merupakan perkiraan waktu masuknya sejumlah pembangkit secara bertahap.
Menurutnya, saat ini sebagian pembangkit sudah kembali beroperasi. Namun, proses pemulihan pembangkit lainnya, masih berlangsung dan menyesuaikan kondisi teknis masing-masing unit.
“Yang kami sampaikan sebelumnya merupakan target masuknya sejumlah pembangkit secara bertahap,” ujarnya, Kamis (8/9/2026).
Ia menjelaskan PLN terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga keandalan pasokan listrik, di tengah kondisi sistem yang masih dalam tahap pemulihan.
“Beberapa pembangkit telah kembali beroperasi, sementara pemulihan pembangkit lainnya masih terus berlangsung," katanya.
Selain mengoptimalkan pembangkit yang telah tersedia, PLN juga melakukan penyesuaian pola operasi. Terutama pada periode beban puncak.
Langkah lain yang disiapkan yakni penambahan pasokan listrik melalui pembangkit sewa.
Penambahan tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai Oktober hingga Desember


