Kebutuhan air bersih Kota Balikpapan 2.500 liter per detik. Saat ini baru tersedia 1.500 liter per detik. Menteri AHY membuka opsi pasokan dari pembekuan IKN.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Defisit air bersih hingga 1.000 liter per detik masih menghantui Balikpapan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turun langsung meninjau sumur bor di Teritip dan membuka opsi pasokan dari Bendungan Sepaku Semoi.
Peninjauan memastikan bersama Gubernur Kaltim itu untuk percepatan penanganan krisis air bersih di Balikpapan.
AHY mengungkapkan ketersediaan air bersih Balikpapan baru sekitar 1.500 liter per detik. Sementara kebutuhan masyarakat mencapai 2.500 liter per detik. Artinya defisit 1.000 liter per detik.
“Hari ini ketersediaan air bersih di Balikpapan ada 1.500 liter per detik, padahal kebutuhannya kurang lebih 2.500 liter per detik. Pembangunan sumur bor seperti di Kelurahan Teritip ini memberikan manfaat dengan debit 10 liter per detik, namun tentu masih banyak hal yang perlu kita selesaikan,” kata AHY.
Sumur bor di Teritip dibangun sedalam 200 meter dengan debit 10 liter per detik. Proyek ini diproyeksikan melayani sekitar 1.152 Sambungan Rumah (SR) di Balikpapan Timur.
Menurut AHY, penyediaan air bersih menjadi prioritas krusial untuk mengantisipasi ancaman kemarau dan El Nino yang berkelanjutan.
Lirik Bendungan Sepaku Semoi
Untuk solusi jangka panjang, pemerintah mengkaji opsi penyaluran air baku dari Bendungan Sepaku Semoi di Penajam Paser Utara yang saat ini memasok Ibu Kota Nusantara (IKN).
Namun jarak yang jauh dan kebutuhan anggaran yang besar membuat opsi ini masih perlu perhitungan matang.
“Yang paling signifikan sebetulnya kalau kita bisa mendapatkan aliran dari Sepaku Semoi. Tapi jaraknya cukup jauh dan membutuhkan anggaran besar, jadi perlu kita hitung ulang semuanya,” terangnya.
Untuk mengawal ketersediaan air, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kaltim diinstruksikan berkolaborasi dengan PDAM (PTMB) dan pemerintah daerah.
Meskipun penambahan pasokan belum bisa langsung besar sekaligus, yang penting selalu ada kemajuan. Dari 10 liter per detik nanti ditambah lagi secara bertahap, kata AHY.

