Apa saja janji Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di hadapan ribuan demonstran?
EKSPOSKALTIM, Jakarta – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud berjanji membawa aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat, mulai dari penanganan karhutla, antrean BBM, pemadaman listrik bergilir, hingga pengambilalihan kembali saham daerah di PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK).
“Kami akan mendatangi langsung pemerintah pusat di Jakarta untuk menyampaikan seluruh aspirasi dan tuntutan masyarakat Kalimantan Timur,” kata Rudy di hadapan sekitar seribu demonstran di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (22/10).
Janji itu disampaikan saat Aliansi Rakyat Kalimantan Timur menggelar aksi bertajuk Gerakan Rakyat Menggugat. Massa menuntut evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran sekaligus mendesak pemerintah menyelesaikan sejumlah persoalan di daerah.
Terkait karhutla, Rudy menyebut 12.000 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, hingga Manggala Agni dikerahkan untuk memadamkan api di sepuluh kabupaten.
Mahasiswa juga mendesak penetapan karhutla sebagai bencana nasional serta penindakan terhadap korporasi yang terbukti membakar lahan dan perusahaan tambang yang mengabaikan reklamasi pascatambang.
Soal antrean BBM, Rudy mengatakan kapasitas penyaluran SPBU di pusat kota yang rata-rata hanya 30 ton per hari tak mencukupi lonjakan permintaan. Ia berjanji membahas kuota dan jam operasional distribusi bersama Menteri ESDM serta Direktur Utama Pertamina.
“Saya akan bertemu Direktur Utama PLN untuk mengevaluasi keandalan listrik agar masyarakat tidak terus mengalami pemadaman bergilir,” ujarnya. Rudy juga menyoroti gangguan pasokan gas di PLTU Senipah dan perbaikan jaringan Teluk Balikpapan.
Menurutnya, klaim rasio elektrifikasi yang mencapai 98 persen perlu dicermati karena pemadaman masih terjadi.
Persoalan lain yang disorot adalah merosotnya kepemilikan saham Pemprov Kaltim di PT Cahaya Fajar Kaltim, dari 79 persen menjadi 17,6 persen.
“Mari bersama-sama kita kawal pengambilalihan kembali saham CFK agar sepenuhnya menjadi milik pemerintah daerah Kalimantan Timur,” kata Rudy.
Massa aksi turut menuntut penyelesaian krisis kebutuhan dasar dan evaluasi program pemerintah.
Sejumlah komitmen yang disampaikan Rudy kini menjadi pekerjaan rumah yang perlu dikawal publik hingga terealisasi. (ant)



