PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Bukan Larangan Keras, Membangun Koneksi Lebih Baik untuk Batasi Medsos Anak

Home Berita Bukan Larangan Keras, Me ...

Kesehatan jiwa anak terancam di balik penetrasi internet 80 persen. Psikolog klinis Meiri Dias Tuti ingatkan orang tua bangun koneksi agar bisa bicara baik-baik soal bahaya medsos, sementara Kemenkes mencatat lebih dari 380 ribu anak indikasi depresi dari 71 juta yang cek kesehatan gratis.


 Bukan Larangan Keras, Membangun Koneksi Lebih Baik untuk Batasi Medsos Anak
Interaksi aktif orangtua dan anak lebih efektif membatasi anak dalam ketergantungan gadget dan media sosial. (int)

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Psikolog klinis Meiri Dias Tuti, M.Psi.,menyebut orang tua perlu membangun koneksi sebagai langkah persuasif agar anak menggunakan medsos seperlunya.

"Bangun koneksi agar bisa bicara baik-baik untuk tidak boleh menghabiskan waktu main medsos, konten negatif dan pornoaksi," kata Meiri mengutip Antara, Kamis (22/10/2026).

Meiri mendorong orang tua mengarahkan anak ke kegiatan dunia nyata, terutama olahraga dan aktivitas sesuai minat, agar punya kesibukan selain ponsel.

Anak yang minim medsos tetap bisa terhubung dengan teman, asal orang tua rajin mengobrol, membahas berita yang ramai, dan berbagi cerita soal pengalaman di sekolah.

"Buat peraturan untuk tidak memberi gadget bagi anak sekolah dasar atau gadget untuk remaja dengan tidak memakai password karena itu milik orang tua," kata psikolog yang tergabung dalam Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia di HIMPSI itu.

Orang tua juga perlu waspada perubahan perilaku sebagai tanda tekanan psikologis akibat medsos, seperti mudah marah, agresif, dan perubahan sikap drastis.

Kepedulian menjadi kunci menumbuhkan kesadaran soal batasan medsos demi kesehatan mental.

"Terlebih sebenarnya akun-akun media sosial diperuntukkan anak mulai 17 tahun, sehingga tugas orang tua untuk melarang anak-anaknya untuk memiliki akun media sosial dan aktif mengetahui tontonan anak," tutur dia.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan smartphone dan medsos kini tak terpisahkan dari anak dan remaja.

Laporan APJII 2026 mencatat penetrasi internet lebih dari 80 persen populasi dengan dominasi generasi muda.

Kemenkes menyebut dari 71 juta penduduk yang diperiksa hingga Oktober lewat Cek Kesehatan Gratis (CKG), tercatat lebih dari 380 ribu anak dengan indikasi depresi dan hampir 380 ribu dengan indikasi kecemasan.

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :