Undian Shopee Cup 2026/2027 menempatkan Borneo FC Samarinda di grup yang dihuni sejumlah klub unggulan Asia Tenggara.
EKSPOSKALTIM, Samarinda — Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, memberikan respons resmi terkait hasil undian (drawing) turnamen bergengsi ASEAN Club Championship - Shopee Cup™? musim 2026/2027. Berdasarkan hasil undian, tim berjuluk Pesut Etam tersebut dipastikan tergabung di Grup A.
Langkah Borneo FC dipastikan tidak akan mudah. Grup A dihuni oleh klub raksasa Thailand sekaligus juara bertahan dua edisi berturut-turut, Buriram United. Selain itu, grup ini juga diisi oleh pendatang baru asal Malaysia, Kuching City, serta Ratchaburi FC (Thailand), Tampines Rovers (Singapura), juara Piala Vietnam dan pemenang laga play-off antara Kasuka FC (Brunei Darussalam) melawan Manila Digger (Filipina).
Menanggapi peta persaingan tersebut, Dandri Dauri menegaskan bahwa seluruh kontestan yang berada di Grup A merupakan tim-tim kuat yang wajib diwaspadai.
"Melihat peta kekuatan di dalam hasil drawing, saya menilai semua lawan di Grup A adalah lawan yang berat," ujar Dandri Dauri kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).
Jadikan Kesempatan Emas untuk Ambil Pengalaman Internasional
Bagi Borneo FC, atmosfer kompetisi Asia Tenggara ini bukanlah hal yang baru. Manajemen klub berkomitmen memetik pelajaran berharga dari partisipasi mereka pada musim-musim sebelumnya untuk mempersiapkan skuad yang jauh lebih matang.
"Melihat pengalaman dari musim 2024/2025 lalu, ini menjadi kali kedua kami melakoni pertandingan di turnamen ini. Tentu banyak hal yang bisa dievaluasi dari perjalanan terdahulu. Keberadaan Borneo FC di grup ini harus dijadikan sebuah kesempatan emas untuk mengambil pengalaman berharga dalam mengarungi kompetisi Shopee Cup," ulasnya.
Dandri menambahkan padatnya agenda kompetisi di musim depan menuntut Borneo FC untuk memiliki tingkat kesiapan dan kedalaman skuad yang jauh lebih baik di setiap turnamen yang diikuti.
Desak PSSI dan PT LIB Sinkronkan Jadwal Agar Adil
Di samping kesiapan teknis tim, Dandri Dauri memberikan catatan kritis perihal pentingnya kepastian jadwal pertandingan. Manajemen Pesut Etam mendesak pihak penyelenggara untuk segera merilis jadwal resmi Shopee Cup™? agar tim pelatih dapat menyusun program persiapan dengan presisi.
Kekhawatiran manajemen didasari oleh potensi terjadinya bentrok jadwal kompetisi domestik dan internasional, terutama jika agenda pertandingan menumpuk pada bulan September mendatang.
"Jadwal pertandingan harus segera dikeluarkan agar tim bisa melakukan penyesuaian. Jika semua agenda menumpuk di bulan September, tentu banyak jadwal yang berpotensi saling bertabrakan. Di sinilah peran penting PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk berkolaborasi dalam menata serta memberikan kebijakan jadwal Liga domestik yang bijak," tegas Dandri.
Dandri berharap ke depan tidak ada lagi polemik perubahan jadwal mendadak yang merugikan klub, seperti yang pernah terjadi pada musim sebelumnya. Langkah sinkronisasi ini dinilai krusial demi menjaga objektivitas kompetisi dan menghindari sentimen negatif dari publik.
"Jangan sampai tidak sinkron lagi sehingga klub kembali dirugikan dalam penataan jadwal. Saya tidak ingin ada isu-isu miring di belakang yang menyebut adanya pilih kasih atau menganakemaskan klub tertentu. Namun, saya percaya PSSI dan PT LIB diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya. Semoga jadwal ke depan berjalan lancar karena perjalanan 10 bulan ke depan harus dikawal dengan teliti oleh semua pihak," pungkasnya.



