Bukan hanya soal jenis makanan, tapi kapan memakannya. Studi di Clinical Gastroenterology and Hepatology yang meneliti hampir 200 ribu orang menemukan ngemil larut malam meningkatkan risiko penyakit hati berlemak hingga sirosis sebesar 20-30 persen dalam 16 tahun pemantauan.
EKSPOSKALTIM, Kesehatan - Kebiasaan ngemil larut malam berisiko meningkatkan gangguan hati.
Hal itu dilaporkan studi terbaru yang terbit di jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology.
Dikutip dari New York Post, peneliti menilai kesehatan tidak hanya dipengaruhi apa yang dimakan, tapi juga waktu mengonsumsinya.
"Kami berulang kali menemukan bahwa waktu melakukan berbagai aktivitas, baik tidur, makan, maupun berolahraga, benar-benar berpengaruh," kata penulis studi Dr. Andrew W. McHill.
Studi meneliti hampir 200.000 orang dalam tiga penelitian dengan masa tindak lanjut rata-rata 16 tahun.
Hasilnya, orang yang makan setelah makan malam atau setelah jam tidur mengalami peningkatan risiko penyakit hati berlemak terkait disfungsi metabolik (MASLD) hingga sirosis.
Risikonya naik 20 hingga 30 persen dibanding yang tidak ngemil larut malam.
Peneliti menjelaskan hati memiliki jam sirkadian internal yang mengatur metabolisme.
Makan di malam hari saat jam biologis fokus untuk tidur mengurangi kemampuan tubuh memetabolisme makanan secara efisien.
MASLD adalah kondisi umum ketika lemak menumpuk di hati dan bisa memicu peradangan. Jika tidak ditangani, bisa berkembang menjadi fibrosis berat atau sirosis.
Sirosis merupakan tahap lanjut di mana jaringan hati sehat terluka permanen sehingga gagal memproduksi protein, melawan infeksi, membersihkan darah, dan membantu pencernaan.
Gejalanya meliputi kelelahan, kulit menguning, mudah memar, gatal parah, batu empedu, hingga gagal ginjal.
Meski demikian, penulis utama Dr. Robert Wilechansky menegaskan tidak semua kasus berujung serius.
"Dari orang-orang yang mengalami penyakit hati berlemak, hanya sebagian kecil yang berkembang menjadi kondisi serius, seperti sirosis hati," katanya.
Studi ini menegaskan makan sedikit sebelum tidur memang bisa redakan lapar jangka pendek, tapi jika jadi kebiasaan larut, berpotensi merusak organ dalam jangka panjang.

