PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Karhutla di Kaltim Sudah Hanguskan 1.393 Hektare, Hutan Negara Terbanyak

Home Berita Karhutla Di Kaltim Sudah ...

Kebakaran melanda 1.393,16 hektare kawasan hutan negara di Kalimantan Timur dalam periode 1 Agustus–18 Oktober 2026.


Karhutla di Kaltim Sudah Hanguskan 1.393 Hektare, Hutan Negara Terbanyak
Sebuah helikopter melakukan water bombing atau pengeboman air di wilayah kebakaran hutan dan lahan Kalimantan. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur telah melanda 3.410 hektare sepanjang 1 Agustus hingga 18 Oktober 2026. Dari total tersebut, sebanyak 1.393,16 hektare berada di kawasan hutan negara, dengan kebakaran terluas tercatat di wilayah Berau dan Kutai Barat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim Rusmadi mengatakan kebakaran di kawasan hutan mencakup sekitar 40,85 persen dari total luasan karhutla pada periode tersebut.

“Berdasarkan rekapitulasi penanganan, luasan kawasan hutan yang terbakar mencakup sekitar 40,85 persen dari total karhutla di Kaltim,” kata Rusmadi di Samarinda, Selasa (20/10). 

Sementara itu, kebakaran di Areal Penggunaan Lain (APL), yakni area di luar kawasan hutan negara, mencapai 2.017,5 hektare atau sekitar 59,15 persen dari total karhutla.

“Meskipun sebagian besar kebakaran berada di area APL, tekanan pada kawasan hutan tetap memerlukan mitigasi terpadu,” ujar Rusmadi.

Hutan Produksi Paling Terdampak

Berdasarkan rincian Dishut Kaltim, kebakaran terbesar di kawasan hutan terjadi pada hutan produksi dengan luas mencapai 1.060,85 hektare.

Kebakaran juga melanda hutan konservasi seluas 156,1 hektare dan hutan lindung seluas 126,32 hektare. Selain itu, hutan produksi terbatas tercatat terbakar seluas 47,89 hektare, sedangkan hutan produksi konversi mencapai dua hektare.

“Hutan Produksi menjadi area paling rentan di kawasan hutan negara sehingga patroli pencegahan terus kami tingkatkan,” tutur Rusmadi.

Dari pemetaan Dishut Kaltim, kebakaran kawasan hutan terluas tercatat di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Utara, Kabupaten Berau, dengan luasan 216,4 hektare.

Berikutnya, wilayah KPHP Manoor Bulatn di Kabupaten Kutai Barat mencatat kebakaran seluas 159 hektare.

Untuk kawasan hutan konservasi, kebakaran tercatat di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan luasan 150,3 hektare.

“Petugas di lapangan bersama KPHP Telake juga bersiaga mengendalikan titik api yang sempat melalap 122,94 hektare Hutan Produksi,” ucap Rusmadi.

Sementara itu, pada kategori APL, kebakaran terluas berada di wilayah kerja KPHP Damai, Kabupaten Kutai Barat, dengan luasan mencapai 385,9 hektare.

Mitigasi dan Pengawasan

Dishut Kaltim menyebut luas kawasan hutan yang terbakar setara dengan 0,017 persen dari total kawasan hutan di provinsi tersebut, yang mencapai 8,14 juta hektare.

“Rasio ini menunjukkan efektivitas pemadaman awal, namun kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama seluruh personel,” kata Rusmadi.

Dishut Kaltim menyatakan terus memperkuat koordinasi lintas instansi dan mendorong partisipasi masyarakat peduli api untuk mengendalikan kebakaran serta menjaga fungsi ekologis hutan.

Meski demikian, data tersebut menunjukkan kebakaran tidak hanya terjadi di luar kawasan hutan negara. Lebih dari 1.300 hektare kawasan hutan juga terdampak, dengan hutan produksi mencatat luasan terbakar terbesar dalam rekapitulasi periode tersebut.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :