PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Karhutla di Samarinda Renggut Nyawa, Lansia Terbakar saat Padamkan Api

Home Berita Karhutla Di Samarinda Ren ...

Upaya warga memadamkan kebakaran lahan secara mandiri berujung petaka ketika api membesar dan berubah arah akibat angin kencang


Karhutla di Samarinda Renggut Nyawa, Lansia Terbakar saat Padamkan Api
Korban dievakuasi saat insiden karhutla di Kelurahan Sidodadi, Samarinda, pada Selasa (13/10/2026), dan pada Rabu (14/10/2026) dinyatakan meninggal dunia usai ditangani di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perkebunan Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Samarinda, merenggut nyawa seorang warga berinisial LJ (60).

Korban meninggal dunia pada Rabu (14/10), sehari setelah terbakar saat berupaya memadamkan api bersama warga sekitar pada Selasa (13/10).

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi Jafar mengatakan, korban sempat dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda dalam kondisi mengalami luka bakar sekitar 60 persen di sekujur tubuh.

"Korban dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (14/10) usai ditangani ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dalam kondisi 60 persen luka bakar di sekujur tubuh," kata Asriadi di Samarinda, Kamis.

Asriadi menjelaskan, peristiwa bermula ketika kebakaran melanda lahan dengan vegetasi kering. Kobaran api membesar dan berubah arah akibat embusan angin kencang.

Saat kejadian, korban bersama warga sekitar berupaya memadamkan api secara mandiri untuk mencegah perambatan kebakaran mendekati permukiman.

Namun, situasi berubah ketika kobaran api membesar dan mengepung area di sekitar korban.

Rusli, salah seorang saksi mata, mengatakan api mendadak membesar dan berubah arah akibat angin kencang.

"Kami melihat kobaran api mendadak membesar dan berubah arah secara cepat akibat hembusan angin kencang di lokasi lahan," kata Rusli.

Menurut Rusli, korban berada di bagian atas perbukitan dan tidak sempat menyelamatkan diri ketika api mengepung area tersebut.

Informasi mengenai kebakaran dan adanya korban diterima sekitar pukul 13.50 Wita. Berdasarkan informasi awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Evakuasi di Medan Terjal

Setelah kejadian, petugas kepolisian bersama tim Inafis Polresta Samarinda mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.

Proses evakuasi berlangsung di tengah medan perbukitan terjal yang masih diselimuti sisa bara api.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD AWS Samarinda untuk pemeriksaan medis dan otopsi lebih lanjut.

"Hasil pemeriksaan awal tim medis mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia akibat mengalami luka bakar serius serta paparan hawa panas," kata Asriadi.

Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut dengan mengumpulkan keterangan para saksi guna memastikan kronologi lengkap kejadian.

Polisi Ingatkan Bahaya Membakar Lahan

Asriadi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika menghadapi kebakaran lahan. Warga juga diminta tidak memasuki area kebakaran tanpa peralatan perlindungan yang memadai.

"Masyarakat ditegaskan untuk menghentikan total segala bentuk aktivitas pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar selama musim kemarau ekstrem," tegasnya.

Pemerintah Kota Samarinda bersama aparat keamanan juga disebut berkomitmen memperketat patroli di wilayah rawan kebakaran untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Peristiwa di Sidodadi menjadi pengingat risiko yang dihadapi warga ketika berupaya memadamkan kebakaran lahan secara mandiri, terutama saat api membesar dan arah rambatannya berubah akibat angin kencang. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :