Usaha ikan asin di Desa Pela, Kutai Kartanegara, tembus pasar luar daerah. Rata-rata 600 kg per pekan dikirim hingga ke Surabaya, mengandalkan tangkapan alami Danau Semayang dan cita rasa khas.
EKSPOSKALTIM, Kukar - Produk ikan asin dari Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, menembus pasar Pulau Jawa.
Pelaku usaha setempat rata-rata menjual dan mengirim 600 kilogram ikan asin per pekan, sebagian besar ke Surabaya.
“Rata-rata penjualan serta pengiriman produk ikan asin kami mencapai sekitar 600 kilogram per minggu dan sebagian dikirim ke Pulau Jawa, terutama Surabaya,” kata pelaku usaha ikan asin Desa Pela, Rahmaniah, di Tenggarong, Minggu (11/10/2026).
Tingginya permintaan luar daerah, kata Rahmaniah, ditopang mutu produk, ketersediaan bahan baku, serta cita rasa khas olahan perikanan Danau Semayang.
Seluruh bahan baku murni dari tangkapan alami nelayan lokal di perairan danau dan sungai sekitar Desa Pela, bukan dari budidaya keramba.
“Bahan baku murni berasal dari tangkapan sungai nelayan tradisional, bukan hasil budidaya keramba seperti patin, nila, gurami, atau baung,” ujarnya.
Prosesnya masih tradisional. Ikan segar dibersihkan, digarami, lalu dijemur alami di atas papan kayu khusus.
Satu papan mampu menampung sekitar lima kilogram ikan basah.
“Jika cuaca terik sangat panas, proses penjemuran butuh waktu seharian, tetapi saat mendung memakan waktu dua hingga tiga hari,” tutur Rahmaniah.
Varian ikan asin yang dihasilkan beragam: diawan, sepat siam, rapang, puyau (Anabas testudineus), toman (Channa micropeltes), hingga haruan.
Harganya bervariasi tergantung jenis dan ukuran, mulai Rp20.000 hingga Rp85.000 per kilogram.
“Ikan toman ukuran besar menjadi produk dengan harga tertinggi mencapai Rp85.000 per kilogram, sedangkan haruan (gabus) rata-rata dijual Rp75.000 per kilogram,” katanya.
Sementara ikan asin rapang menjadi varian termurah, Rp20.000 per kilogram untuk agen penampung.
Kepala Desa Pela Supyan Noor menyebut ada sembilan kelompok nelayan di wilayahnya, masing-masing beranggotakan 9 hingga 12 orang.
“Komoditas nelayan tangkap di desa kami ialah ikan haruan, lais, baung, sepat siam hingga toman,” katanya. (antara)

