PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Temuan Baru Jasad di Apartemen Balikpapan, Ponsel hingga Surat Wasiat Jadi Petunjuk

Home Berita Temuan Baru Jasad Di Apar ...

Penyidik Polresta Balikpapan menemukan selembar surat yang diduga wasiat dan dua telepon seluler dari unit apartemen tempat korban menginap. Polisi kini menelusuri CCTV dan aktivitas orang yang sempat datang ke unit tersebut sebelum korban ditemukan meninggal.


Temuan Baru Jasad di Apartemen Balikpapan, Ponsel hingga Surat Wasiat Jadi Petunjuk
Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto (tengah) menunjukkan foto sejumlah barang bukti yang diamankan dari kamar apartemen tempat korban menginap sebelum diduga bunuh diri. Foto: Eksposkaltim/Erik

Catatan Redaksi: Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami masa sulit, tekanan psikologis, atau kecenderungan bunuh diri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Layanan konseling dan pencegahan bunuh diri dapat diakses melalui hotline Kementerian Kesehatan di nomor 119 (ekstensi 8) atau menghubungi fasilitas kesehatan jiwa terdekat.

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Penyidik Polresta Balikpapan mengamankan selembar surat yang diduga wasiat serta dua unit telepon seluler (handphone) dari dalam unit apartemen tempat korban menginap. Korban tewas setelah diduga melompat dari tower apartemen di pusat Kota Minyak itu, Selasa (6/10/2026) pagi.

Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto mengungkapkan temuan surat wasiat dan dua unit ponsel menjadi fokus pendalaman penyidik dalam mengungkap tabir di balik kematian korban.

"Selain obat-obatan dan pakaian, kami mengamankan dua ponsel milik korban. Kami juga mendalami keberadaan selembar surat yang diduga surat wasiat korban," kata Fauzan di Mapolresta Balikpapan, Rabu (7/10/2026).

Fauzan menegaskan bahwa materi isi surat yang diduga wasiat tersebut belum dapat dipublikasikan karena masih masuk dalam bagian kerahasiaan proses penyidikan.

Untuk melengkapi temuan barang bukti di TKP, kepolisian juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) apartemen guna melacak seluruh aktivitas dan pergerakan orang yang sempat berkunjung ke unit apartemen korban sebelum peristiwa terjadi.

"Pendalaman terhadap CCTV dan barang bukti ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia," terang Fauzan.

Kata dia, metode penyelidikan ilmiah atau scientific crime investigation diterapkan guna memastikan seluruh fakta hukum teruji secara profesional, objektif, dan transparan, sekaligus tetap menjaga privasi keluarga korban.

Korban Ditemukan Pagi Hari

Sebelumnya, penanganan kasus ini bermula dari laporan masyarakat melalui hotline 110 dan pihak keamanan apartemen pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 05.45 WITA.

Korban ditemukan meninggal dunia di area bawah apartemen setelah diduga melompat dari unit tempatnya menginap di lantai 20.

Jasad korban langsung dievakuasi petugas ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya di media sosial terkait kasus ini," kata mantan Kapolres Kutai Timur ini.

Keterangan Dokter Forensik

Dokter Forensik Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, dr. Heryadi Bawono Putro, Sp.F.M., membeberkan hasil pemeriksaan medis dan autopsi terhadap jasad perempuan yang tewas diduga melompat dari Apartemen Borneo Bay City, Balikpapan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan luar, korban mengalami trauma hebat di sejumlah area vital tubuh yang mengakibatkan fatalitas seketika.

"Korban mengalami luka robek di bagian kepala, dada kanan, perut sisi kanan, serta punggung hingga ke area selangkangan yang menyebabkan organ dalam terekspos keluar. Ditemukan pula luka robek pada anggota gerak bawah kanan," terang dr. Heryadi.

Selain luka robek parah, tim forensik mengidentifikasi beberapa titik patah tulang terbuka serta kerusakan tulang yang signifikan akibat benturan keras dari ketinggian.

dr. Heryadi menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian korban dipicu oleh gabungan luka terbuka yang parah serta patah tulang terbuka di berbagai bagian tubuh.

"Jadi faktor fatalitasnya memang akibat kombinasi beberapa luka terbuka parah dan patah tulang terbuka tersebut," sebut dia.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :