Polisi mengungkap spesifikasi senjata yang digunakan dalam insiden penembakan di Terminal Kampung Baru, Balikpapan Barat. Air gun yang disita dari tangan pelaku ternyata merupakan pistol Glock 22 Gen 4 buatan Austria.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Tim gabungan Polda Kalimantan Timur dan Polresta Balikpapan bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial AH (25) yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan di kawasan Terminal Kampung Baru, Balikpapan Barat, Rabu (12/8) sore.
Dari tangan tersangka, petugas menyita senjata jenis air gun yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi mengonfirmasi bahwa barang bukti tersebut kini tengah menjalani serangkaian pemeriksaan.
"Senjata jenis air gun yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut telah kami amankan untuk kepentingan pemeriksaan," ujar Tedy dalam keterangan tertulis, Rabu malam (13/8).
Air Gun Buatan Austria
Berdasarkan hasil identifikasi awal, air gun yang disita merupakan pistol merek Glock 22 Gen 4 buatan Austria. Senjata berwarna hitam abu-abu dengan nomor pabrik GUW422 itu turut disertai satu tabung gas CO? kosong, satu magazine, dan tiga butir peluru metal.
Penyidik saat ini masih memperdalam kasus dengan memeriksa rekaman video yang beredar di media sosial, meminta keterangan sejumlah saksi, serta menelusuri legalitas kepemilikan dan peruntukan senjata api tersebut.
"Tim sedang mendalami secara menyeluruh rangkaian peristiwa, termasuk memeriksa rekaman video yang beredar dan melakukan pengecekan terhadap legalitas air gun tersebut," jelas Tedy.
Untuk memastikan keterkaitan barang bukti dengan peristiwa penembakan, air gun tersebut akan diuji balistik. Polisi, kata dia, berkomitmen memproses perkara ini secara profesional dan transparan.
"Peristiwa ini tentunya akan kami proses secara tegas, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Tedy.
Insiden penembakan di Terminal Pelabuhan Speedboat Baru Tengah, Balikpapan Barat, bermula ketika sebuah mobil berisi empat orang masuk melalui jalur keluar dan terlibat cekcok dengan warga.
Muhammad Nur Fadli alias Sadli yang berusaha melerai justru menjadi sasaran ketika salah satu penumpang melepaskan empat kali tembakan ke arah kerumunan. Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Polisi kemudian mengamankan seorang pria berusia 25 tahun berstatus mahasiswa serta menyita air gun yang diduga digunakan dalam insiden itu.



