Potensi pasang laut di wilayah pesisir Kalimantan Timur bisa mencapai hingga 2,8 meter. Berisiko merendam tambak perikanan dan memicu banjir rob.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - BMKG Stasiun Balikpapan mengimbau para petambak dan masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pasang laut tinggi yang diperkirakan terjadi pada 20 Maret 2026.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan Carolina Meylita Sibarani mengatakan pasang laut tersebut berpotensi merendam tambak ikan maupun tambak garam, terutama jika disertai gelombang tinggi.
“Pasang laut juga bisa menghambat berbagai aktivitas ekonomi maupun sosial masyarakat, sehingga antisipasi terhadap dampaknya merupakan hal penting,” ujar Carolina dikutip Senin (16/3).
Ia menjelaskan pasang laut berisiko merusak fasilitas tambak dan menghanyutkan budi daya perikanan seperti udang, ikan, maupun kepiting.
Selain itu, kondisi tersebut juga dapat mengganggu aktivitas pelabuhan, memicu banjir rob di kawasan pemukiman pesisir, hingga membahayakan warga yang beraktivitas di sekitar pantai.
BMKG mencatat di perairan Balikpapan pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,7 meter pada 20 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 Wita, sedangkan surut terendah sekitar 0,3 meter pada pukul 13.00 Wita di hari yang sama.
Wilayah pesisir yang diperkirakan terdampak antara lain Samboja dan Samboja Barat di Kabupaten Kutai Kartanegara, kemudian Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser.
Kawasan tersebut memiliki banyak tambak aktif sehingga peningkatan pasang laut dikhawatirkan berdampak pada aktivitas budi daya masyarakat.
BMKG juga mengeluarkan peringatan serupa untuk wilayah pesisir lain di Kaltim, termasuk muara Sungai Berau di Kabupaten Berau.
Di wilayah tersebut, pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,8 meter pada 20 Maret sekitar pukul 09.00 Wita, sementara surut terendah diprediksi sekitar 0,1 meter pada pukul 15.00 Wita.
Kawasan pesisir Berau diketahui memiliki banyak tambak udang di sekitar hutan mangrove serta aktivitas pelabuhan, sehingga pasang laut berpotensi mengganggu budi daya perikanan maupun kegiatan bongkar muat.
Selain itu, potensi pasang laut juga diperkirakan terjadi di Teluk Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, dengan ketinggian mencapai sekitar 2,7 meter pada 20 Maret pukul 07.00 Wita.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, khususnya petambak dan pelaku usaha perikanan, untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipasi guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh pasang laut tersebut. (ant)


