Warga yang masih terjaga menonton siaran Piala Dunia menjadi penyelamat bagi penghuni rumah yang tercebur ke laut saat permukiman atas air di Balikpapan diterjang ombak besar.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Tiga rumah panggung di permukiman atas air, Jalan Jenderal Sudirman, RT 09, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, ambruk diterjang ombak setinggi lebih dari dua meter pada Jumat (10/7) dini hari menjelang subuh.
Salah satu penghuni rumah, Misnan (57), menceritakan bahwa kejadian berlangsung saat ia baru selesai berwudu hendak ke musala. Ia sempat curiga karena ombak sudah tinggi sejak malam, sehingga bersiap memindahkan barang-barang dari rumah yang langsung menghadap laut terbuka.
Saat melihat papan kayu jebol, Misnan segera kembali dan meminta anaknya memindahkan sepeda motor. Namun tak lama berselang, rumah kayu yang ia huni sejak 2003 bersama istri, anak, dan cucunya ambruk langsung ke laut tanpa didahului kemiringan.
"Biasanya kalau mau rubuh kan miring dulu, ini tidak ada miring, langsung ambruk, jatuh ke laut. Termasuk cucu saya yang masih berumur 4 bulan," kata Misnan.
Diselamatkan Warga yang Menonton Piala Dunia
Misnan bersama sembilan anggota keluarganya sempat ikut jatuh ke laut. Ia mengaku bertahan di air selama sekitar 15 menit sebelum ditolong warga sekitar yang kebetulan masih terjaga menonton siaran Piala Dunia.
Seluruh keluarga selamat dengan luka lecet, meski dokumen dan surat-surat penting ikut hanyut tersapu ombak. "Yang paling penting kami semua selamat, saya bersyukur, alhamdulillah," ujarnya.
Bersedia Direlokasi
Untuk sementara, Misnan sekeluarga tinggal di tenda darurat yang disediakan pemerintah. Ia berharap ada bantuan tempat tinggal sementara, dan mengaku tidak keberatan bila pemerintah menawarkan relokasi permanen demi keselamatan anak dan cucunya. "Kalau pemerintah mau menyiapkan tempat, saya siap saja pindah," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengonfirmasi kejadian ini berdampak pada 17 orang dari 4 kepala keluarga. Tiga rumah dilaporkan rusak dan satu rumah terdampak, tanpa korban meninggal dunia. "Jumlah rumah rusak 3, 1 rumah terdampak. Jumlah korban 17 jiwa, 4 KK. Meninggal dunia nihil, bayi atas nama Siti Aisyah usia 4 bulan ikut tercebur dan dalam keadaan selamat," kata Usman saat dikonfirmasi, Jumat (10/7).
Usman menegaskan peristiwa ini murni akibat air pasang laut yang tinggi disertai ombak besar, sehingga struktur rumah tak lagi kokoh dan roboh.
Evakuasi dan Posko Bantuan
BPBD telah mengevakuasi seluruh korban ke rumah tetangga atau kerabat terdekat. Korban luka ringan sudah ditangani Dinas Kesehatan dan PSC 119. BPBD juga telah menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait untuk mendirikan posko selama tiga hari sebagai langkah antisipasi, sekaligus mengusulkan Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) bagi para korban kepada Pemerintah Kota Balikpapan.


