PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Terungkap Setelah Delapan Tahun, Anak Dicabuli Ayah Sendiri di Samarinda

Home Berita Terungkap Setelah Delapan ...

Sosok yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru diduga menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap seorang anak di Samarinda.


Terungkap Setelah Delapan Tahun, Anak Dicabuli Ayah Sendiri di Samarinda
Ilustrasi anak korban pencabulan . Foto: ChameleonsEye/Shutterstock

EKSPOSKALTIM, Samarinda— Tabir kejahatan seksual yang merenggut masa kecil seorang anak berusia 14 tahun di Samarinda akhirnya tersingkap. Selama delapan tahun, remaja yang masih duduk di bangku sekolah ini harus menanggung penderitaan diduga akibat aksi bejat ayah kandungnya sendiri.

Pengungkapan kasus ini bermula ketika korban membulatkan keberanian untuk menceritakan penderitaannya kepada sang tante, yang kemudian diteruskan kepada ibu korban dan dilaporkan ke pihak berwajib. Pelaku akhirnya dibekuk petugas bersama warga pada Selasa (28/7) malam sekitar pukul 20.00 WITA.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa rentetan kekerasan seksual ini telah berlangsung sejak 2019 hingga pertengahan Juli 2026, sejak korban masih berusia 8 tahun. Intensitas perbuatan jahat pelaku begitu sering terjadi hingga korban sendiri kehilangan ingatan mengenai jumlah pasti tindakan asusila yang dialaminya.

Kepala Seksi Humas Polresta Samarinda, Ipda Arie Soeharyadi, membenarkan penangkapan pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur tersebut.

"Dan itu benar, sudah kami terima laporan terhadap dugaan pelaku. Jadi ini ada kisaran sekitar 8 tahun dari yang bersangkutan berusia 8 hingga 14 tahun," ujar Ipda Arie, Kamis (30/7).

Arie menjelaskan bahwa perbuatan tersebut dilakukan secara berulang dalam berbagai kesempatan. Pelaku kerap memanfaatkan situasi rumah yang sepi hingga membawa korban ke area semak-semak dengan dalih berpura-pura meminta ditemani berobat.

"Bervariatif sampai dengan korban sendiri tidak ingat. Asumsinya dilakukan berulang-ulang selama 8 tahun itu," tegas Ipda Arie.

Saat diperiksa, pelaku berdalih tega melancarkan aksi bejatnya hanya karena korban sering bersikap manja kepadanya.

Meskipun tinggal dalam satu atap bersama kedua orang tuanya, aksi keji pelaku berhasil tertutup rapi tanpa diketahui sang ibu. Kepolisian menduga adanya manipulasi psikologis atau ancaman yang membuat korban tak berani bersuara lebih awal.

"Terkait ancaman dari pelakunya masih kita dalami. Namun kita tetap menduga hal itu ada," tambahnya.

Korban mengalami trauma psikologis berat dan sering histeris. TRC PPA bersama UPTD PPA kini memberikan pendampingan intensif, sementara korban dijadwalkan menjalani visum.

Guna mencegah dampak sekunder dan sanksi sosial dari masyarakat, Polresta Samarinda berkomitmen penuh merahasiakan seluruh data pribadi korban maupun pelapor.

Saat ini pelaku telah mendekam di sel tahanan Mapolresta Samarinda untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam jeratan pasal berlapis terkait perlindungan anak. 

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :