Pemerintah menyiapkan insentif khusus bagi petugas yang bertarung langsung melawan api di lapangan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur telah menembus lebih dari 5.000 hektar.
Guna mengendalikan sebaran titik api yang turut melanda kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), BNPB mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga helikopter water bombing.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal tersebut usai meninjau lokasi kebakaran terluas di wilayah OIKN dan menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda Kaltim, mencakup Asisten Gubernur, Pangdam, Kapolda, Kajati, serta BPBD Provinsi Kaltim.
"Meskipun Kaltim bukan provinsi prioritas utama penanganan karhutla, beberapa waktu terakhir kebakaran tetap terjadi. BPBD mencatat 5.000 hektar lebih yang terbakar, namun sebagian besar berhasil dipadamkan. Per hari ini, Satgas darat dan udara sedang memadamkan setidaknya 300 hektar lebih," ujar Kepala BNPB, Selasa (15/9).
Untuk mempercepat pemadaman, BNPB merespons permintaan Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kapolda Kaltim dengan menyetujui pelaksanaan OMC, termasuk fokus khusus di Kabupaten Berau.
"Hari ini dan besok kita laksanakan OMC memanfaatkan potensi awan hujan dari BMKG. Operasi udara juga diperkuat dua unit helikopter water bombing yang akan terus bertugas sampai karhutla benar-benar padam," tegas Suharyanto.
Selain penanganan udara, BNPB bersama Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, dan Mabes Polri memperkuat kesiapan Satgas darat. Sebanyak 47 unit armada tangki air bantuan Kemhan telah didistribusikan ke wilayah-wilayah rawan.
Pemerintah juga mengalokasikan insentif khusus bagi para petugas pemadam yang berjibaku langsung melawan kobaran api di lapangan. "Petugas di lapangan yang betul-betul memadamkan api kita berikan insentif Rp150.000 per orang per hari. Perhitungannya akan diverifikasi oleh masing-masing pimpinan Satgas darat," pungkasnya.


