PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Usai Dilantik, 30 Pengurus Saka Anti Narkoba Bontang Langsung Tes Urine

Home Berita Usai Dilantik, 30 Penguru ...

Puluhan pengurus Saka Rintisan Anti Narkoba Kota Bontang langsung menjalani tes urine mendadak usai dilantik, sebagai penegasan bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari internal organisasi.


Usai Dilantik, 30 Pengurus Saka Anti Narkoba Bontang Langsung Tes Urine
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Foto: Ekspos/Nabila

EKSPOSKALTIM, Bontang – Sebanyak 30 pengurus Satuan Karya (Saka) Rintisan Anti Narkoba Kota Bontang masa bakti 2026–2031 menjalani tes urine mendadak usai pelantikan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (6/8).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika harus dimulai dari para pembina, pimpinan, dan pengurus organisasi itu sendiri.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan sesaat setelah pelantikan.

"Makanya tadi langsung dilakukan tes urine mendadak. Dari hasil pemeriksaan, terpantau hasilnya garis dua yang artinya negatif. Alhamdulillah, ini menjadi modal awal bahwa semua pengurus bebas narkoba dan kita siap melangkah memerangi narkoba," ujarnya.

Menurut Neni, angka penyalahgunaan narkotika di Kota Bontang saat ini berada di kisaran 0,79 persen dan masih di bawah rata-rata nasional. Namun, perkembangan teknologi dan pola peredaran narkoba yang semakin kompleks membuat upaya pencegahan harus terus diperkuat.

Ia menegaskan, pengurus Saka Anti Narkoba harus menjadi teladan sebelum mengedukasi masyarakat dan generasi muda mengenai bahaya narkotika.

Dalam kesempatan itu, Neni juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Gerakan Pramuka, pemerintah, dan masyarakat dalam menekan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan pemuda.

"Kehadiran Saka Rintisan Anti Narkoba ini diproyeksikan dapat menjadi ujung tombak dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan pelajar dan pemuda Kota Bontang," katanya.

Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di Kota Bontang. Para anggota Saka yang baru dilantik juga akan mendapatkan pembinaan khusus agar menjadi agen perubahan dan pelopor hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Neni turut mengajak masyarakat berani menolak narkoba dan melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika.

"Tugas kita memang tidak mudah, tetapi kalau kita bekerja bersama-sama, insyaallah kita akan memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya," tegasnya.

Saka Rintisan Anti Narkoba yang baru dibentuk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan pencegahan narkoba di Kota Bontang melalui pembinaan generasi muda dan kolaborasi lintas sektor.

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :