PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ponsel di Tangan, dari Samarinda Menanti Adik yang Hilang di Laut Jawa

Home Berita Ponsel Di Tangan, Dari Sa ...

Sejak tiba dari Samarinda, Puji Dwi Astuti nyaris tak beranjak dari Pelabuhan Trisakti sejak Minggu malam. 


Ponsel di Tangan, dari Samarinda Menanti Adik yang Hilang di Laut Jawa
Puji Dwi Astuti menunjukkan foto adiknya yang menjadi korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (16/9/2026). Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Banjarmasin – Sejak tiba di Banjarmasin pada Minggu malam, Puji Dwi Astuti nyaris tak beranjak dari Terminal Penumpang Pelabuhan Trisakti. Ponsel di tangannya terus diperiksa, berharap satu kabar tentang adiknya, Bambang Setio Budi, yang masih hilang setelah KMP Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa.

Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 15.00 WITA, Puji berbaring di dekat stopkontak listrik terminal. Perempuan sekitar 60 tahun itu sesekali memejamkan mata, tetapi suara percakapan di sekitarnya membuatnya kembali terjaga.

"Ada kapal datang lagi, ya?" tanyanya kepada orang-orang di dekatnya.

Puji kemudian kembali menundukkan kepala. Layar ponsel diperiksa, notifikasi dilihat satu per satu. Tidak ada kabar tentang Bambang.

Adiknya yang berusia 58 tahun itu merupakan seorang sopir. Empat teman yang pergi bersamanya telah ditemukan, sementara Bambang masih dalam pencarian.

Puji datang dari Samarinda, Kalimantan Timur, bersama suami dan anaknya setelah mendengar kabar kecelakaan KMP Virgo Transport 8 pada Minggu (13/9) malam.

Sejak itu, terminal penumpang menjadi tempat Puji menunggu.

Ia melewati hari dengan pakaian yang hampir sama. Orang-orang datang dan pergi, sementara Puji tetap memperhatikan setiap pergerakan di sekitarnya.

Ponsel tak pernah jauh dari tangannya.

Setiap kali pesan atau panggilan masuk, Puji segera memeriksa. Setelah memastikan bukan kabar tentang Bambang, ia kembali diam.

Menanti Kabar

Di layar ponsel Puji tersimpan foto Bambang. Foto tersebut telah diedit sederhana dengan tulisan, "Semoga adikku cepat ditemukan dengan selamat."

"Cepat ketemu, selamat," kata Puji sambil terisak.

Ia menyeka matanya. Tangannya kemudian menutupi wajah beberapa saat.

"Secepatnya selamat, mintanya cepat ketemu," ujarnya lagi dengan suara tertahan.

Tak banyak yang bisa dilakukan Puji selain menunggu dan mengikuti perkembangan operasi pencarian.

Terminal tetap beraktivitas seperti biasa. Orang-orang berbicara dan berpindah tempat. Kapal datang dan berangkat.

Namun bagi keluarga korban, setiap suara kapal bisa menjadi perhatian.

Ketika mendengar percakapan mengenai kedatangan kapal, Puji akan menoleh. Ketika ada petugas datang, keluarga korban memperhatikan. Ponsel kembali diperiksa ketika ada notifikasi.

Di antara mereka, ada yang bertanya mengenai informasi terbaru. Ada yang menggenggam ponsel sambil menunggu kabar. Ada pula yang memilih diam.

Pencarian Berlanjut

KMP Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September pukul 01.00 WIB.

Hingga 15 September pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan. Mereka terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

"Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan mengerahkan unsur laut dan udara untuk menyisir wilayah perairan. Operasi tersebut melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BNPB dan unsur lain yang mendukung pencarian korban yang belum ditemukan," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Pada hari keempat operasi, sebanyak 23 armada laut dan udara dikerahkan bersama 1.097 personel gabungan.

Unsur udara terdiri atas helikopter Basarnas, helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL, Panther TNI AL, Cessna 208 Caravan BNPB, dan pesawat Boeing TNI AU.

Sementara unsur laut melibatkan sejumlah kapal SAR Basarnas, kapal perang TNI AL, kapal Polri, serta kapal lain yang mendukung pencarian.

Armada tersebut menyisir wilayah kecelakaan untuk mencari korban yang hingga kini belum ditemukan.

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut penyebab kecelakaan KMP Virgo Transport 8.

Investigasi diperlukan untuk mengetahui faktor penyebab insiden sekaligus menjadi dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Harapan yang Belum Padam

Sore itu, Puji kembali mengambil ponselnya.

Ia memeriksa layar. Sebuah pemberitahuan masuk, tetapi bukan kabar yang ditunggu.

Ketika mendengar suara orang berbicara mengenai kapal, perhatiannya kembali tertuju ke arah sumber suara.

Tidak ada kabar baru.

Puji kembali ke tempatnya. Ia berbaring, memejamkan mata sebentar, lalu kembali memeriksa ponselnya.

"Bisa cepat-cepat ditemukan, itu aja," katanya.

Di terminal itu, harapan Puji berjalan bersama keluarga korban lainnya.

Telepon yang berbunyi, petugas yang datang, hingga kapal yang merapat selalu menyisakan kemungkinan akan datangnya kabar.

Sementara pencarian terus berlangsung, Puji masih menunggu satu nama: Bambang.

Sudah Berusia 39 Tahun

KMP Virgo Transport 8 ternyata berusia sekitar 39 tahun saat mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa. Kapal tersebut disebut masuk ke Indonesia ketika berusia sekitar 38 tahun.

Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto menyoroti usia kapal tersebut dan mempertanyakan dasar hukum serta mekanisme impornya. “Usianya 39 tahun. Kalau kemudian dia masuk ke Indonesia itu berarti dia diimpor usianya sudah 38 tahun,” ujarnya.

Kemenhub menyatakan akan menelusuri proses masuknya kapal tersebut. Wamenhub Suntana mengatakan, “Kita akan lakukan investigasi lebih lanjut. Saya belum bisa menjawab karena ini harus kita lihat dulu.”

Meski demikian, usia kapal belum dapat disebut sebagai penyebab kecelakaan. Faktor teknis dan penyebab insiden masih menunggu hasil investigasi. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :