PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pasar Emas Terguncang, Harga Emas Antam Ambruk Rp16.000 per Gram

Home Berita Pasar Emas Terguncang, Ha ...

Pasar Emas Terguncang, Harga Emas Antam Ambruk Rp16.000 per Gram
Harga emas Antam anjlok seiring runtuhnya harga emas dunia. (ilustrasi/int)

EKSPOSKALTIM , Jakarta — Tren pemanenan komoditas logam mulia terhenti di awal pekan. Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dilaporkan terjun bebas pada perdagangan Senin (28/9/2026) pagi.

Penurunan tajam sebesar Rp16.000 membawa harga emas Antam menjauh dari level psikologis Rp2,6 juta, kini bertengger di Rp2.597.000 per gram.

Langkah penurunan ini diberikan dengan anjloknya pembelian kembali (buyback) oleh pihak Antam.

Hari ini, harga buyback ikut turun Rp16.000 ke posisi Rp2.422.000 per gram. Alhasil, terdapat selisih (spread) sebesar Rp175.000 per gram antara harga beli dan harga jual kembali.

Daftar Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Merujuk laman resmi Logam Mulia, berikut adalah rincian harga dasar emas batangan Antam untuk berbagai pecahan:
0,5 gram: Rp1.348.500
1 gram: Rp2.597.000
2 gram: Rp5.134.000
5 gram: Rp12.760.000
10 gram: Rp25.465.000
50 gram: Rp126.995.000
100 gram: Rp253.912.000
1.000 gram (1 kg): Rp2.537.600.000

Penyebab Emas Global dan Domestik Tertekan

Ambruknya harga emas domestik dipicu oleh koreksi hebat di pasar emas spot global yang rontok lebih dari 2% hingga menyentuh kisaran US$4.180 per troy ons pada perdagangan Senin siang.

Menurut laporan pasar CNBC Indonesia, volatilitas ini didorong oleh kenaikan harga minyak mentah global yang memicu ketakutan inflasi baru.

Tingginya risiko inflasi memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan kembali mengambil kebijakan agresif (hawkish) dengan menaikkan suku bunga acuan pada Oktober mendatang.

Suku bunga yang tinggi meningkatkan imbal hasil (yield) obligasi AS dan memperkuat indeks Dolar AS.

Kondisi ini otomatis menekan daya tarik emas, mengingat status emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga (aset tidak berimbal hasil).

Investor pun cenderung mengalihkan modalnya ke aset berbasis dolar, memicu aksi ambil untung (profit-taking) massal di pasar komoditas mulia.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :