PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tewasnya Napi di Lapas Balikpapan: Dua Kali Perkelahian, Lalu Husein Tak Sadarkan Diri

Home Berita Tewasnya Napi Di Lapas Ba ...

Muhammad Husein sempat mengalami luka dan penurunan kesadaran setelah perkelahian sebelum dilarikan ke RSKD Balikpapan.


Tewasnya Napi di Lapas Balikpapan: Dua Kali Perkelahian, Lalu Husein Tak Sadarkan Diri
ILUSTRASI sel tahanan. Seorang tahanan Lapas Kelas IIA Balikpapan bernama Muhammad Husein menjalani masa pidana sebelum meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan sesama warga binaan. Foto via castingcall.club

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Muhammad Husein, seorang warga binaan permasyarakatan (WBP) Lapas Balikpapan meregang nyawa setelah sebelumnya terlibat perkelahian dengan dua warga binaan, Rabu dini hari (30/9). 

Kepala Lapas Balikpapan Andri Lesmano membeberkan secara rinci kronologi tewasnya salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bernama Muhammad Husein pada Rabu (30/9/2026) dini hari.

Hasil pemeriksaan internal Lapas Balikpapan bersama Kantor Wilayah Kemenkumham Kaltim mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut dipicu perkelahian fisik antar-sesama warga binaan di dalam sel.

"Perkelahian terjadi antar-sesama warga binaan di kamar hunian. Dua terduga pelaku berinisial I dan R sudah mengakui adanya kontak fisik dengan korban," ujar Andri Lesmano saat memberikan keterangan di Balikpapan, Kamis (1/10).

Apa yang disampaikan Andri sekaligus menepis adanya informasi soal penganiayaan yang dilakukan oleh petugas lapas terhadap korban Muhammad Husein.

Alami Penurunan Kesadaran Usai Perkelahian

Insiden bermula pada Selasa (29/9/2026) saat korban awalnya terlibat perselisihan fisik dengan WBP berinisial I pada siang hari. Ia lalu kembali terlibat perkelahian dengan WBP berinisial R pada malam hari sekitar pukul 22.00 WITA.

Perkelahian di kamar isolasi, sel khusus pelanggaran yang dihuni 16 orang, tersebut menyebabkan Husein mengalami luka sobek di pelipis kanan serta memar di telinga kiri. Usai perkelahian mereda, para warga binaan kembali tidur.

"Saat petugas melakukan kontrol rutin pukul 00.00 WITA, kondisi kamar masih tampak aman. Namun sekitar pukul 02.00 WITA, korban mengalami penurunan kesadaran dan lemas," terangnya.

Andri bilang warga binaan lainnya sempat memberikan pertolongan dengan memberikan minyak kayu putih dan air minum. Namun kondisi Husein justru semakin memburuk dan tak sadarkan diri.

Petugas medis lapas yang menerima laporan langsung mendapati saturasi oksigen korban turun drastis. Husein segera dilarikan secara darurat ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Namun, nyawanya tidak tertolong usai mendapat tindakan medis di IGD.

Riwayat Penyakit dan Penyelesaian Kekeluargaan

Kata dia, pemeriksaan fisik di rumah sakit hanya ditemukan luka memar di pelipis dan bercak darah kering di bibir. Pihak keluarga juga membenarkan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit asma dan paru-paru.

Husein merupakan narapidana limpahan dari Rutan Tanah Grogot sejak Januari 2025 yang menyisakan masa hukuman 2 tahun 7 bulan. Pihak Lapas Balikpapan telah memediasi pertemuan bersama keluarga korban dan menyepakati penanganan secara kekeluargaan.

"Keluarga membuka peluang penyelesaian secara kekeluargaan. Tali asih sudah kita berikan dan jenazah almarhum telah kita antarkan langsung ke rumah duka di Tanah Grogot," kata Andri.

Kendati telah diselesaikan secara kekeluargaan, Andri menegaskan bahwa dua warga binaan berinisial I dan R tetap diproses sanksi disiplin berat. Pihaknya juga kooperatif jika kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kami sangat menghormati proses hukum. Apabila pihak keluarga mengajukan laporan ke kepolisian, kami siap mendampingi pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan di dalam lapas," kata dia.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :