PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kelvin-Rossby Picu Hujan Sporadis di Kaltim, Cuaca Basah Belum Benar-Benar Tiba

Home Berita Kelvin-rossby Picu Hujan ...

Guyuran hujan di Balikpapan dan sejumlah wilayah Kaltim dalam beberapa hari terakhir belum menjadi tanda berakhirnya musim kering. BMKG mencatat El Nino masih kuat, 314 hotspot terdeteksi, dan sejumlah wilayah mengalami hari tanpa hujan hingga lebih dari 60 hari.


Kelvin-Rossby Picu Hujan Sporadis di Kaltim, Cuaca Basah Belum Benar-Benar Tiba
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan memperkirakan awal musim hujan di Kaltim dimulai secara bertahap pada akhir Oktober hingga November 2026 di tengah tingginya intensitas El Nino. Foto: Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mencatat wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini mulai memasuki musim peralihan.

Kendati hujan sporadis mulai mengguyur Kota Balikpapan dan sekitarnya beberapa hari terakhir, potensi curah hujan sepanjang Oktober 2026 diperkirakan masih berada jauh di bawah kategori normal akibat dampak fenomena El Nino yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan bahwa indeks pemantauan ENSO (El Nino-Southern Oscillation) saat ini menunjukkan status El Nino sangat kuat.

"Ekspetasi akumulasi hujan yang biasa kita rasakan di bulan November dan Desember kemungkinan akan lebih rendah dari biasanya, serta durasi musim hujannya berpotensi memendek," ujar Huda di Balikpapan, Senin (5/10).

Berdasarkan pemodelan agensi meteorologi dunia (Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa), fenomena El Nino diproyeksikan masih akan bertahan hingga pertengahan tahun 2027. Intensitasnya diperkirakan baru mulai meluruh secara bertahap pada periode Maret–Mei, dan terus mereda hingga periode Mei–Juli 2027.

Adapun awal musim hujan di sebagian besar wilayah Kaltim diprakirakan baru akan masuk secara bertahap mulai Dasarian III Oktober hingga November 2026.

Penyebab Hujan dan Potensi Kabut Asap

Huda mengungkapkan fenomena hujan yang membasahi Balikpapan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh gangguan gelombang atmosferik, yakni bertumpuknya Gelombang Kelvin (bergerak dari barat ke timur) dan Gelombang Rossby (bergerak dari timur ke barat) di atas wilayah Kaltim.

"Pertumpangan dua gelombang atmosfer ini memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih masif. Namun sifat hujannya masih sporadis, terpisah-pisah, dan durasinya sangat pendek di bawah satu jam," kata Huda.

Karena tanah masih dalam kondisi sangat panas, air hujan yang turun akan menguap dengan cepat. Situasi ini, kata Huda tidak terlalu berdampak terhadap pengurangan titik api yang ada di Kaltim.

Berdasarkan data dari BMKG, per 5 Oktober 2026 hingga pukul 14.53 WITA, masih terdapat 314 titik panas yang tersebar di seluruh Kaltim, di mana 200 lebih di antaranya terdeteksi di wilayah Kukar.

Di sisi lain, perbelokan arah angin dari selatan menuju timur menyebabkan wilayah Balikpapan dan sekitarnya berpotensi terpapar sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari kawasan Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, serta akumulasi asap dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Kecamatan Batu Engau Catat Hari Tanpa Hujan Terpanjang

BMKG juga mencatat sejumlah daerah di Kaltim masih mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kriteria kekeringan ekstrem lebih dari 60 hari.

"Kekeringan ekstrem terpantau di Paser, tepatnya wilayah Batu Engau mencapai 69 hari tanpa hujan," kata dia.

Sementara wilayah Samarinda, Kutai Kartanegara, hingga Balikpapan bagian utara juga mencatatkan HTH cukup panjang berkisar 30 hingga 60 hari.

"Kondisi ini meningkatkan risiko karhutla dan kemunculan hotspot masih sangat tinggi di daerah-daerah dengan HTH yang panjang," ujar Huda.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :