PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Meski Mata Perih dan Napas Sesak, Pedagang Pasar Pandansari Balikpapan Tetap Jualan

Home Berita Meski Mata Perih Dan Napa ...

Meski Mata Perih dan Napas Sesak, Pedagang Pasar Pandansari Balikpapan Tetap Jualan
Pedagang dan pembeli di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, tetap beraktivitas di tengah memburuknya kualitas udara Kota Balikpapan akibat asap karhutla, Kamis (15/10/2026). Foto: Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Bontang - Kualitas udara Kota Balikpapan terus memburuk imbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Kamis (15/10/2026),

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sempat menyentuh angka 166 dan masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan aktivitas masyarakat, termasuk di pusat keramaian seperti Pasar Pandansari, Balikpapan Barat.

Sejumlah pedagang dan pengunjung mengaku merasakan langsung dampak pekatnya paparan asap.

Kendati demikian, pedagang memilih tetap membuka lapak demi menjaga kelangsungan ekonomi harian.

Salah seorang pedagang ayam potong, Icha, menuturkan kabut asap sangat mengganggu pernapasan. Namun kondisi itu tidak memadamkan niatnya untuk tetap mengais rezeki.

"Sangat terganggu, terutama kalau bernapas. Tapi tetap harus jualan, namanya juga kebutuhan sehari-hari," kata Icha, Kamis (15/10/2026).

Keluhan serupa disampaikan Iyus, pedagang bawang. Ia menyebut konsentrasi asap semakin pekat dibanding hari-hari sebelumnya.

Meski begitu, pergerakan pembeli di lapaknya masih relatif stabil.

"Asapnya makin banyak. Tapi kalau untuk jualan tidak terlalu berpengaruh, tetap ada pembeli seperti hari biasa," ujarnya.

Dampak kabut asap juga dirasakan pengunjung pasar, Revi. Ia mengaku kondisi udara tercemar membuat aktivitas berbelanja menjadi tidak nyaman.

"Pengaruh sekali, mata terasa perih terus dan sering batuk. Tapi karena kebutuhan dapur di rumah harus dipenuhi, ya mau tidak mau tetap harus ke pasar," tutur Revi.

Asap Kiriman dari Luar Provinsi

Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan - BMKG, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan fenomena kabut asap yang merambah Balikpapan dan IKN dalam beberapa hari terakhir didominasi asap kiriman.

"Untuk kabut asap ini dipicu oleh beberapa sumber. Di Balikpapan dan sekitarnya memang terdapat titik kebakaran, seperti di KM 40 Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser. Selain itu, wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah juga masih marak kebakaran," kata Huda di Balikpapan, Rabu (14/10/2026).

Ia mengungkapkan kebakaran lahan secara masif juga terdeteksi di Indonesia bagian timur, meliputi Sulawesi bagian barat, Maluku, Ambon, hingga Papua bagian selatan.

"Pola angin yang bergerak dari arah tenggara menuju barat laut mendorong pergeseran dan pergerakan kabut asap dari daerah-daerah tersebut. Akumulasi asap dari berbagai sumber inilah yang membuat kabut asap semakin pekat hingga menyebar ke Balikpapan, IKN, bahkan mencapai negara tetangga," paparnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :