Gangguan pembangkit membuat pemadaman listrik bergilir menyentuh sekitar 110 wilayah di Bontang dan sekitarnya.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Pemadaman listrik melanda hampir seluruh wilayah Kota Bontang, Selasa (20/10/2026). Tak tanggung-tanggung, frekuensinya mencapai tiga kali dalam sehari.
Catatan media ini, sebanyak 110 wilayah terdampak dalam pemadaman bergilir tersebut.
Manager ULP PLN Bontang Kota, Rendra Alfian Raharjo, menyampaikan adanya gangguan pembangkit, sehingga berdampak pada pasokan listrik.
Pada jadwal pertama, pemadaman berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.
Sejumlah kawasan terdampak di antaranya Jalan Asmawarman, Jalan Tarakan, Jalan Pendidikan, Jalan HM Ardans, Jalan A Yani, Jalan Sultan Syahrir, Jalan Jenderal Soedirman, Kanaan, serta sebagian wilayah HOP.
Gangguan juga berdampak pada sejumlah perumahan, seperti Perum Bukit Sintuk, Perum BSD, dan Perum BTN. Selain itu, pemadaman mencakup Jalan Poros Bontang-Sangatta serta beberapa desa, yakni Teluk Pandan, Kandolo, Singkama, dan Sangkima.
Selanjutnya, pemadaman dijadwalkan kembali pada pukul 12.00 hingga 16.00 WITA. Wilayah terdampak meliputi sejumlah ruas jalan di Bontang, kawasan Bontang Kuala dan Berbas Pantai, serta beberapa daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Beberapa wilayah di antaranya Jalan MT Haryono, Jalan Pattimura, Jalan Kalimantan, Jalan Sulawesi, Jalan KS Tubun, Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan WR Soepratman, serta Jalan Poros Samarinda-Bontang.
Pemadaman pada jadwal kedua juga mencakup Desa Badak Mekar, Prangat Baru, Sambera Baru, Salo Cela, Prangat Selatan, Bunga Putih, Tanjung Limau, Sebuntal, dan Makarti.
RSUD Muara Badak turut masuk dalam daftar wilayah terdampak.
Namun, gangguan pasokan listrik ternyata masih berlanjut hingga malam hari. PLN menjadwalkan penghentian sementara aliran listrik pada pukul 20.00 hingga 22.00 WITA.
Untuk jadwal malam tersebut, wilayah terdampak antara lain sebagian Jalan Brigjen Katamso, sebagian Jalan S Parman, Jalan Bhayangkara, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tenis, Jalan Polo Air, Jalan Catur, Jalan Bulu Tangkis, serta sebagian Jalan A Yani.
Sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan lainnya juga masuk dalam daftar, seperti Perum Halal Square, Jalan Ir H Juanda, Jalan Anggrek, Jalan Selat Alor, Jalan Melati, Jalan Selat Banda, Jalan Habibon, Jalan Belanak, Jalan Haruan, Jalan Tenggiri, dan Jalan Bandeng.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan," tutupnya.



