Helikopter MI-17V5 TNI AD alami kecelakaan saat jalankan misi water bombing karhutla di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah.
EKSPOSKALTIM, Palangka Raya — Helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Insiden tersebut terjadi saat burung besi itu menjalankan misi water bombing untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata membenarkan adanya insiden kecelakaan yang menimpa armada TNI AD di wilayah Kabupaten Seruyan tersebut.
"Benar. Kami telah menerima laporan awal terkait terjadinya kecelakaan helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 di wilayah Kabupaten Seruyan," ujar Kolonel Dodo, dikutip dari ANTARA.
Berdasarkan keterangan resmi, helikopter tersebut bertolak dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), tepatnya di Resor Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh, dengan rute penerbangan Kuala Pembuang–Telaga Pulang–Kuala Pembuang.
Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Budi Rachmat menjelaskan insiden bermula ketika helikopter mengalami gangguan teknis saat melakukan proses pengambilan air (water scooping) guna mendukung pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu.
Akibat kejadian tersebut, delapan personel yang berada di dalam helikopter harus menjalani proses evakuasi oleh tim gabungan. Kedelapan personel tersebut masing-masing terdiri atas Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi, dan Serka Kadiya.
Dua kru dilaporkan berhasil dievakuasi terlebih dahulu menggunakan helikopter Bell sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju RSUD Kuala Pembuang untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Sementara itu, enam kru lainnya berada dalam proses evakuasi lanjutan melalui jalur udara dan laut dengan dukungan helikopter Kamov serta tim SAR gabungan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dikabarkan langsung turun tangan menuju lokasi kejadian untuk memantau langsung perkembangan situasi dan memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.



