PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Asap Karthula Mulai Menjauh, Udara Jakarta Belum Aman

Home Berita Asap Karthula Mulai Menja ...

Asap dari Sumatera dan Kalimantan sempat melintas di atmosfer atas Jabodetabek. Perubahan arah angin masih perlu diwaspadai.


Asap Karthula Mulai Menjauh, Udara Jakarta Belum Aman
Ilustrasi - Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung di kawasan Jakarta, Selasa (8/9/2026). Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjauh dari wilayah DKI Jakarta sejak Jumat (16/10/2026) seiring perubahan pola angin. Namun, kualitas udara Ibu Kota belum sepenuhnya aman karena sejumlah titik pemantauan masih menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengatakan sebaran asap mulai berkurang sejak Jumat. Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap mewaspadai kemungkinan perubahan arah angin yang dapat memengaruhi kondisi tersebut.

“Berkurang dari Jumat karena angin. Tapi kita terus waspada kalau kalau ada perubahan arah angin,” kata Chico melalui pesan singkat, Senin (19/10). 

Menurut Chico, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari, indikasi sebaran asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan sempat melintas di lapisan atmosfer tinggi di atas Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (16/10).

“Lapisan tersebut berada pada ketinggian beberapa kilometer dan tidak serta-merta berdampak langsung pada kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat,” ujarnya.

Pemantauan terkini menunjukkan sebaran asap mulai bergerak menjauh dari wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, seiring perubahan pola angin.

Meski demikian, kondisi itu tidak berarti persoalan kualitas udara Jakarta telah sepenuhnya teratasi. Chico menyebut kualitas udara di Ibu Kota juga dipengaruhi faktor lokal, seperti emisi transportasi dan industri, serta kondisi musim kemarau.

Sejumlah titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat, dengan partikulat halus PM2.5 sebagai parameter kritis.

367 Fasilitas Kesehatan Disiagakan


Di tengah kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk mengantisipasi potensi gangguan pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Chico mengatakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan agar fasilitas kesehatan disiagakan penuh.

“Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan kesiap siagaan penuh fasilitas kesehatan. Sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu (total 367 fasilitas) disiagakan untuk menangani potensi gangguan pernapasan atau ISPA,” jelasnya.

Kewaspadaan ini dilakukan ketika asap karhutla yang berasal dari Sumatera dan Kalimantan sempat terdeteksi melintas di atmosfer atas Jabodetabek. Perubahan arah angin masih menjadi salah satu faktor yang dipantau pemerintah.

Dengan sebaran asap yang mulai menjauh, perhatian kini tidak hanya tertuju pada pergerakan asap dari luar wilayah, tetapi juga kondisi kualitas udara di permukaan Jakarta yang turut dipengaruhi sumber pencemaran lokal. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :