PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dugaan Keracunan MBG SMP Vidatra: Muncul Temuan Lalat hingga Bahan Makanan

Home Berita Dugaan Keracunan Mbg Smp ...

Muncul sejumlah temuan baru dari lingkungan sekolah, mulai dari dugaan lalat pada lauk ayam hingga isu pergantian bahan masakan


Dugaan Keracunan MBG SMP Vidatra: Muncul Temuan Lalat hingga Bahan Makanan
Salah satu siswa SMP Vidatra yang menjalani perawatan di RS LNG Badak. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Bontang – Sebanyak 11 siswa SMP Vidatra Bontang harus menjalani rawat inap di RS LNG Badak setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5, Senin (10/8).

Salah seorang guru SMP Vidatra yang enggan disebutkan namanya mengatakan hingga kini penyebab pasti para siswa mengalami keluhan belum diketahui. Berbagai dugaan memang berkembang, namun seluruhnya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

“Ada yang bilang karena tahunya, ada yang bilang karena bahan masaknya harusnya santan, tapi untuk lebih murahnya lagi diganti kemiri sama chef-nya,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengaku menerima informasi dari salah seorang siswa yang menyebut terdapat lalat pada lauk ayam yang disajikan.

“Tapi makanannya sudah diambil sampel dari MBG untuk tahu penyebabnya,” jelasnya.

Pihak sekolah pun telah mengeluarkan surat edaran penghentian sementara program MBG hingga ada kepastian hasil pemeriksaan.

“Murid kami yang dirawat inap 11, karena termasuk parah. Untuk gurunya alhamdulillah tidak ada yang terlalu sampai parah,” ujarnya.

Evaluasi Menyeluruh

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ekspos Kaltim (@eksposkaltim)

 

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris yang datang menjenguk para siswa di RS LNG Badak memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap seluruh dapur SPPG yang beroperasi di Kota Bontang.

“Nanti kami adakan evaluasi tersebut melalui rapat bersama seluruh pengelola SPPG,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama RS PT Badak, Nurul Fathoni, mengatakan pihak rumah sakit telah memberikan penanganan maksimal kepada para siswa yang datang dengan keluhan setelah mengonsumsi MBG.

“Kami juga melakukan kunjungan ke sekolah setelah kejadian untuk memastikan kondisi siswa. Alhamdulillah, dari yang ringan hingga berat sudah teratasi dan mulai pulih,” tandasnya.

Sebelumnya, puluhan siswa dan guru SMP Vidatra dilaporkan mengalami mual, muntah, hingga gangguan kesehatan lain setelah menyantap menu MBG berupa nasi gurih, ayam suwir, tumis wortel, oseng tahu, dan jeruk. Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan. 

Sampai berita ini tayang, belum ada respons atas upaya konfirmasi media ini ke pihak SPPG terkait. 

Dihentikan Sementara

Sebagai tindak lanjut kejadian tersebut, manajemen SD dan SMP Vidatra (YPVDP) Bontang menghentikan sementara program MBG mulai 11 Agustus 2026. Keputusan itu diambil setelah sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala sakit usai mengonsumsi makanan MBG.

Melalui surat resmi kepada orang tua siswa, sekolah menyatakan penghentian dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut dari pihak terkait.

Selama program dihentikan, orang tua diminta membekali anak dengan makanan dari rumah. Selain SMP Vidatra, penghentian sementara juga diberlakukan di SD Vidatra hingga ada kesepakatan lanjutan dengan Badan Gizi Nasional (BGN).


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :