PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dugaan Pelecehan di Konser Amal Karhutla, Ain Koto Sampaikan Maaf dan Penyesalan Mendalam

Home Berita Dugaan Pelecehan Di Konse ...

Video berdurasi singkat itu muncul hanya beberapa jam setelah korban resmi melaporkan dugaan pelecehan seksual ke kepolisian.


Dugaan Pelecehan di Konser Amal Karhutla, Ain Koto Sampaikan Maaf dan Penyesalan Mendalam
Tangkapan layar dari unggahan video permintaan maaf dari akun instagram @ainkoto.

EKSPOSKALTIM, Palangka Raya – Gelombang kritik publik terhadap insiden yang menimpa vokalis R.A.S.Y.A Band, Natasya (19), akhirnya direspons oleh Ain Nasriko alias Ain Koto. Pria yang dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual nonfisik itu menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @ainkoto, Selasa (22/9/2026).

Permintaan maaf tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Natasya, didampingi kuasa hukumnya Jeffriko Seran, melaporkan peristiwa yang terjadi dalam acara penggalangan dana karhutla di Palangka Raya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah.

Dalam video tersebut, Ain menyampaikan permohonan maaf kepada Natasya, personel R.A.S.Y.A Band, serta masyarakat Kalimantan Tengah atas kegaduhan yang timbul akibat aksinya di atas panggung.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Natasya dan R.A.S.Y.A Band atas perbuatan yang saya lakukan di Noisespace Gigs, serta kepada seluruh masyarakat Palangka Raya dan Kalteng atas kegaduhan yang terjadi,” kata Ain dalam video yang diunggah di media sosialnya.

Sebelumnya, insiden tersebut memicu kontroversi setelah Natasya mengaku mendapat perlakuan yang membuatnya merasa dipermalukan saat sedang tampil bernyanyi dalam acara amal bertajuk Noistfest Gigs Vol.1 “Chaoshutla”, Minggu (20/9).

Korban menyebut seorang pria tiba-tiba memberikan dan meletakkan pakaian dalam di dekat stand lirik yang digunakan saat tampil. Peristiwa itu membuat Natasya syok hingga menangis usai menyelesaikan penampilannya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh ain/koto (@ainkoto)

 

Dalam klarifikasinya, Ain membantah memiliki niat melecehkan atau merendahkan perempuan maupun pegiat seni. Ia mengklaim tindakannya terjadi secara spontan di atas panggung.

“Kejadian tersebut saya lakukan secara spontan tanpa ada kesengajaannya untuk menjatuhkan harkat martabat wanita, kesenian, maupun masyarakat Kalteng. Tidak ada maksud untuk melakukan pelecehan apa pun,” ujarnya.

Ia juga berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa dan berharap permintaan maaf yang disampaikan dapat diterima oleh pihak korban.

Meski demikian, permintaan maaf tersebut tidak serta-merta menghentikan proses hukum yang telah berjalan.

Sebelumnya, kuasa hukum korban menyatakan laporan ke Polda Kalteng tetap ditempuh karena korban mengalami trauma psikologis akibat peristiwa tersebut. Laporan juga diajukan setelah korban menilai tidak ada penyelesaian yang memadai pascakejadian.

Jeffriko menyebut laporan dibuat dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), khususnya pasal yang mengatur dugaan pelecehan seksual nonfisik.

Di sisi lain, pihak penyelenggara acara sebelumnya juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada korban. Panitia mengklaim telah berupaya membuka ruang komunikasi dan mediasi, namun pihak korban memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :