PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Efek Erupsi Anak Krakatau Sampai Kaltim, Tiga Penerbangan Samarinda–Jakarta Batal

Home Berita Efek Erupsi Anak Krakatau ...

Erupsi Gunung Anak Krakatau tak hanya mengganggu langit Selat Sunda. Dampaknya menjalar hingga Kalimantan Timur setelah abu vulkanik terdeteksi di Bandara Soekarno-Hatta, memaksa sejumlah penerbangan Samarinda–Jakarta dibatalkan.


Efek Erupsi Anak Krakatau Sampai Kaltim, Tiga Penerbangan Samarinda–Jakarta Batal
Penerbangan dari dan menuju Jakarta di Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda dibatalkan menyusul terdeteksinya abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut berdampak pada operasional penerbangan dan keselamatan penerbangan. Foto: Dok. Bandara APT Pranoto Samarinda.

EKSPOSKALTIM, Samarinda — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau mulai merembet ke konektivitas udara Kalimantan Timur. Sejumlah penerbangan dari Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda menuju Jakarta maupun sebaliknya dibatalkan setelah terdeteksi adanya abu vulkanik di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Kepala Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, membenarkan pembatalan tersebut. Ia menjelaskan, keputusan itu bukan berasal dari kondisi Bandara A.P.T. Pranoto, melainkan sebagai dampak dari kondisi ruang udara dan hasil pengujian abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.

“Hasil paper test atau pengujian Abu vulkanis di bandara Sukarno hatta itu positif. Jadi ada Abu vulkanik yang tersebar di bandara Sukarno hatta,” ujar I Kadek, Minggu (6/9).

Pemberitahuan pembatalan tersebut berdampak pada sedikitnya tiga maskapai yang melayani rute Jakarta–Samarinda dan sebaliknya, yakni Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6256/6257, Citilink QG 423/422, serta Garuda Indonesia GA 581/580.

Namun, hingga saat ini pihak pengelola Bandara A.P. Pranoto belum dapat memastikan jumlah keseluruhan penumpang yang terdampak. Sebab, penanganan penumpang masih bergantung pada keputusan masing-masing penumpang, apakah memilih melakukan penjadwalan ulang atau pengembalian dana.

“Saat ini kami belum mendapatkan info yang pasti, karena kan sesuai dengan ini diserahkan kepada penumpang apakah dia mau reschedule atau mau refund,” jelasnya.

Tak Ada Jaminan Penerbangan Besok Normal

Ketidakpastian juga membayangi jadwal penerbangan pada hari berikutnya. Kadek mengatakan, keberlanjutan pembatalan sangat bergantung pada perkembangan kondisi abu vulkanik serta hasil pengujian berikutnya.

“Kalau abu vulkanik itu diindikasi ada di bandara itu nggak berani terbang. Jadi bandaranya tutup,” tegasnya.

Kondisi tersebut membuat normalisasi penerbangan tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan jadwal operasional. Selama abu vulkanik masih berpotensi berada di kawasan bandara atau ruang udara yang dilalui pesawat, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama.

“Karena itu abu vulkanik, berbahaya bagi pesawat,” katanya.

Meski penerbangan tujuan Jakarta terdampak, Kadek memastikan hingga saat ini belum ada informasi pembatalan untuk rute Samarinda menuju Surabaya.

Di tengah belum jelasnya kapan penerbangan Jakarta kembali normal, pihak Bandara A.P. Pranoto menyebut kondisi penumpang di bandara masih dapat ditangani. Penumpang disebut memahami situasi dan mengikuti mekanisme yang ditetapkan masing-masing maskapai.

“Penumpang memahami kondisi tersebut, jadi mereka mengikuti mekanisme atau SOP yang ada di masing-masing maskapai,” kata Kadek.

Ia juga mengimbau calon penumpang untuk terus mengaktifkan saluran komunikasi dari maskapai. Langkah itu dinilai penting karena perkembangan kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum dapat dipastikan sampai kapan akan memengaruhi Bandara Soekarno-Hatta.

Alih-alih hanya menunggu kepastian penerbangan, Kadek bahkan menyarankan calon penumpang mempertimbangkan skenario perjalanan alternatif apabila memungkinkan. Salah satunya dengan memanfaatkan jalur udara melalui kota lain dan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.

“Misalnya Jakarta-Surabaya, Surabaya ke Samarinda, atau Surabaya-Balikpapan darat lagi kalau memang bisa dirubah seperti itu, itu lebih baik. Daripada menunggu, karena kita nggak tahu sampai kapan bandara ini tutup,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :