Antrean BBM yang berulang dalam sepekan kembali menyoroti keterbatasan titik pengisian di Bontang.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Polemik antrean BBM yang kerap mengular selama sepekan, DPRD Bontang mendorong penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Saat ini, Kota Bontang hanya memiliki enam SPBU. Keberadaannya belum merata karena sebagian besar berada di kawasan tengah kota.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan penambahan SPBU perlu dipertimbangkan, melihat antrean BBM yang beberapa kali terjadi di Bontang.
Menurutnya, salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah mengubah Pertashop di kawasan Bontang Lestari menjadi SPBU.
"Penambahan SPBU dengan mengubah Pertashop Bontang Lestari jadi SPBU. Karena enam SPBU sekarang hanya ada di tengah kota, tidak ada di daerah sana," ujarnya, Rabu (2/9).
Rustam meminta Pemerintah Kota Bontang bisa menindaklanjuti proses tersebut, mulair dari pengurusan perizinan hingga administrasi yang diperlukan.
Ia menilai penambahan titik pengisian BBM tidak hanya akan memperluas akses masyarakat, tetapi juga membantu memecah konsentrasi kendaraan di SPBU yang saat ini sudah ada.
"Pelayanan BBM diharapkan lebih merata dan beban antrean pada enam SPBU yang saat ini beroperasi dapat berkurang," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Kota Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pembangunan SPBU memang sudah ada dalam rencana, namun hal itu membutuhkan ketersediaan lahan.
"Beberapa lahan sudah ada opsi, tapi tidak jadi karena masalah administrasi. Mungkin perubahan Pertashop bisa jadi pilihannya," katanya.
Menurutnya, pengalihan fungsi Pertashop menjadi SPBU dapat menjadi alternatif yang lebih memungkinkan, dibandingkan harus mencari dan menyiapkan lahan baru untuk pembangunan SPBU dari awal.
Di sisi lain, Sales Area Manager Retail Kalimantan Timur dan Utara (SAM Kaltimut) PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fajri, menyatakan pihaknya terbuka terhadap rencana penambahan SPBU di Bontang.
"Tinggal diajukan saja dan diurus administrasinya," imbuhnya.



