PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kabut Asap Karhutla, Penerbangan di Bandara Melalan Lumpuh Lagi

Home Berita Kabut Asap Karhutla, Pene ...

Kabut asap karhutla kembali membuat aktivitas penerbangan di Kutai Barat lumpuh. Jarak pandang di Bandara Melalan hanya 500 meter, jauh di bawah standar yang dibutuhkan pesawat ATR 72-600, sehingga seluruh penerbangan komersial pada Rabu (7/10/2026) terpaksa dibatalkan.


Kabut Asap Karhutla, Penerbangan di Bandara Melalan Lumpuh Lagi
Kabut asap imbas karhutla yang menyelimuti Bandara Melalan, Kubar membuat maskapai Wings Air membatalkan penerbangannya. (Foto : UPBU Melalan)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mengganggu operasional penerbangan. Terbatasnya jarak pandang membuat seluruh jadwal penerbangan komersial di Bandar Udara Melalan, Melak, kembali dibatalkan pada Rabu (7/10/2026).

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Melalan, Bernard Repelita Purba, mengonfirmasi bahwa maskapai Wings Air terpaksa menghentikan operasional rute Samarinda–Melalan–Samarinda serta dua kali penerbangan rute Balikpapan–Melalan–Balikpapan.

"Saat ini jarak pandang (visibility) di Bandara Melalan hanya berada di angka 500 meter akibat pekatnya kabut asap karhutla," kata Bernard saat dihubungi dari Balikpapan, Rabu (7/10/2026).

Bernard menjelaskan pesawat jenis ATR 72-600 milik Wings Air membutuhkan standar jarak pandang aman minimal 5.000 meter untuk proses lepas landas maupun pendaratan. Apabila jarak pandang berada di bawah ambang batas tersebut, pembatalan penerbangan tidak dapat dihindari demi keselamatan.

"Faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Maskapai tidak mau mengambil risiko demi keamanan penerbangan," tegasnya.

Operasional Belum Stabil


Kondisi kabut asap di Kutai Barat diketahui sudah berlangsung sejak awal September. Meski demikian, Bandara Melalan sempat beberapa kali melayani penerbangan saat jarak pandang membaik.

"Dua hari lalu maskapai Smart Aviation sempat melayani penerbangan perintis menuju Datah Dawai, Mahakam Ulu. Untuk jenis pesawat perintis tersebut, standar jarak pandang yang dibutuhkan sekitar 2.000 meter," jelas Bernard.

Ia mengakui, operasional penerbangan di Kutai Barat saat ini masih sangat bergantung pada dinamika cuaca dan pekatnya asap di lapangan.

"Penerbangan sampai saat ini belum stabil. Begitu asap terurai dan jarak pandang aman, pesawat bisa mendarat. Namun jika asap kembali pekat seperti hari ini, penerbangan otomatis batal," tambahnya.

Mengenai hak-hak calon penumpang yang terdampak pembatalan, Bernard memastikan pengembalian biaya tiket (full refund) berjalan lancar dan tidak dikeluhkan oleh masyarakat. Namun, ia tak menampik bahwa ketidakpastian ini merugikan seluruh pihak, mulai dari penumpang, maskapai, hingga pengelola bandara.

"Kami sangat berharap hujan deras segera turun agar titik api karhutla padam dan operasional penerbangan kembali normal," kata Bernard.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :