EKSPOSKALTIM, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masuk dalam zona potensi hujan akibat terdeteksinya sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang memicu pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia pada Jumat (22/5).
Prakirawan BMKG Alya Sausan menjelaskan saat ini sejumlah titik sirkulasi siklonik terpantau aktif di beberapa wilayah perairan, di antaranya Samudera Hindia barat Bengkulu, Selat Makassar, Laut Maluku, hingga Samudera Pasifik utara Papua.
“Kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah situasi siklonik serta di sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi,” ujarnya dalam keterangan cuaca.
Selain sirkulasi siklonik, BMKG juga mencatat adanya daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah kawasan, termasuk Selat Makassar bagian selatan yang turut berkaitan dengan dinamika cuaca di wilayah Kalimantan.
Daerah konvergensi lain juga terpantau di Riau, Kalimantan Tengah, Laut Banda, hingga Laut Seram, sementara konfluensi udara terbentuk di Laut Andaman, Laut Filipina, Laut Arafuru, dan Samudera Pasifik utara Papua.
Kondisi atmosfer tersebut membuat BMKG mengimbau peningkatan kewaspadaan di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, termasuk di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di beberapa kota seperti Pontianak, Banjarmasin, dan Pangkal Pinang. Sementara Samarinda, Palangka Raya, serta sejumlah kota besar lain di Kalimantan diprakirakan mengalami hujan ringan.
Secara umum, BMKG mencatat kondisi cuaca di Indonesia masih didominasi awan hujan aktif, dengan variasi intensitas mulai dari ringan hingga petir di sejumlah wilayah, seiring masih aktifnya dinamika atmosfer skala regional dan global.



.jpg)