PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

"Lion" Mati di Mahakam, Populasi Pesut di Kaltim Kembali Menyusut

Home Berita "lion" Mati Di Mahakam, P ...

Kematian pesut legendaris Mahakam ini menjadi ancaman terbaru ekosistem Kalimantan Timur yang kian disorot. 


"Lion" Mati di Mahakam, Populasi Pesut di Kaltim Kembali Menyusut
Bangkai Lion, pesut legendaris karena sudah berpuluh-puluh tahun mendiami ekosistem Mahakam setelah dievakuasi warga dibantu relawan, dan peneliti dari Yayasan RASI. Foto via RASI

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Seekor Pesut Mahakam ditemukan warga dalam kondisi mati mengapung di wilayah Kampung Baru, Desa Liang, Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (5/5/2026). Mamalia langka berkelamin jantan tersebut telah teridentifikasi selama puluhan tahun.

Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), organisasi yang fokus pada pelestarian pesut menyebut bangkai mamalia air tawar yang pertama kali ditemukan oleh warga setempat ini merupakan individu ikonik bernama "Lion". Lion adalah pesut yang telah dipantau peneliti-peneliti RASI melalui studi foto identifikasi sejak tahun 1999 silam.

"Merespons laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Yayasan RASI, BPK Pontianak, Pokdarwis Pela, dan PDHI Samarinda segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi," demikian informasi ini diperoleh dari unggahan terverifikasi Instagram Yayasan RASI, Kamis (6/5/2026).

https://eksposkaltim.com/berita/saat-habitat-pesut-mahakam-direbut-tongkang-batu-bara-16237.html

Hasil Pemeriksaan Fisik

Dalam proses evakuasi tersebut, tim melakukan serangkaian tindakan mulai dari pengukuran, penimbangan, hingga prosedur nekropsi sebelum akhirnya Lion dikuburkan. Dari hasil pemeriksaan fisik, Lion diketahui memiliki panjang tubuh 2,35 meter dengan bobot mencapai 152 kilogram.

Indikasi usia tua terlihat jelas pada kondisi fisik satwa tersebut. Petugas menemukan giginya sudah cukup usang, bahkan beberapa di antaranya telah tanggal.

"Lion sudah lama sekali menjadi bagian dari ekosistem Sungai Mahakam. Namun, hingga saat ini penyebab pasti kematiannya belum dapat dipastikan," tulis keterangan resmi dari Yayasan RASI.

Meski nekropsi telah dilakukan, tim ahli masih harus menanti hasil uji laboratorium terhadap sampel yang diambil dari organ tubuh Lion untuk mengetahui penyebab kematian secara medis.

Populasi Terus Menurun

https://eksposkaltim.com/berita/pesut-mati-di-bulungan-alarm-dari-habitat-yang-tertekan-16843.html

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris Gray) merupakan satwa yang dilindungi, sesuai dengan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Berdasarkan informasi dari RASI, populasi Pesut Mahakam per tahun 2025 tercatat hanya tersisa 60 ekor akibat seringnya terjerat jaring nelayan, tertabrak kapal tongkang, dan zat lapisan cat tongkang yang mengandung logam berat yang merusak ekosistem air sungai.

RASI mencatat dari seluruh kematian pesut yang diketahui penyebabnya selama 25 tahun terakhir sekitar 8 persen disebabkan oleh tabrakan kapal dan 9 persen akibat racun, sementara sekitar 70 persen kematian disebabkan oleh jeratan jaring.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :