PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kata Bahlil soal Pertamax Melonjak: Ikut Harga Pasar, Janji Pertalite Tak Naik

Home Berita Kata Bahlil Soal Pertamax ...

Kenaikan harga Pertamax dan sejumlah BBM nonsubsidi belakangan menjadi sorotan publik. Menanggapi kondisi itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan Pertalite dan LPG subsidi tetap dipertahankan pada harga saat ini sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga beban masyarakat tidak semakin berat.


Kata Bahlil soal Pertamax Melonjak: Ikut Harga Pasar, Janji Pertalite Tak Naik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika dijumpai setelah Konferensi Pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait lonjakan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Green, yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026.

Menurut Bahlil, harga BBM nonsubsidi pada prinsipnya mengikuti perkembangan pasar dan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi biaya pengadaan energi.

"Nah, sementara harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada. Sudah tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya," kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ia menegaskan pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga energi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempertahankan harga BBM subsidi dan LPG subsidi.

"Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan," ujarnya.

Bahlil mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi dan berkoordinasi dengan pelaku usaha, termasuk Pertamina, terkait kebijakan harga BBM nonsubsidi ke depan.

"Sementara yang lainnya dilakukan penyesuaian. Nanti kita cek nanti dengan teman-teman pelaku usaha, baik dengan termasuk Pertamina," lanjutnya.

Sebelumnya, Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM subsidi maupun LPG subsidi. Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat.

"Hari ini atas perintah Presiden Republik Indonesia sebagai Menteri ESDM, untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan," kata Bahlil saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke-18 di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan penyesuaian harga yang diumumkan Pertamina, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau bertambah Rp3.950 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter atau meningkat Rp4.100 per liter.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi global, termasuk dinamika geopolitik dan pergerakan harga minyak dunia.

"Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian masyarakat. Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat," ujarnya.

Menurut Simon, penyesuaian harga tidak hanya dilakukan oleh Pertamina, tetapi juga oleh badan usaha swasta yang menjual BBM nonsubsidi di Indonesia.

"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta," katanya.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Pemerintah menyatakan kebijakan tersebut menjadi salah satu instrumen untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga energi global.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :