Kemarau yang berlangsung hampir dua pekan mulai menurunkan permukaan Waduk Manggar, sumber utama air baku Kota Balikpapan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan kondisi Waduk Manggar masih relatif aman untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat di tengah kemarau panjang yang melanda Balikpapan.
Direktur Utama PTMB Yudi Saharuddin mengatakan hingga Agustus 2026, pihaknya masih mengambil air baku dari Waduk Manggar dengan debit sekitar 1.000 liter per detik.
"Memang kita mengalami kemarau panjang. Sudah dua minggu tidak turun hujan. Sampai Agustus ini kami masih mengambil air sebanyak 1.000 liter per detik," kata Yudi selepas menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Balai Kota, Senin (17/8.
Menurut dia, ketinggian air Waduk Manggar saat ini berada di level sekitar 9,5 meter. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kondisi normal yang berada di kisaran 12 meter.
Meski mengalami penurunan, Yudi memastikan kondisi waduk masih memungkinkan untuk dilakukan pengambilan air baku. "Level air waduk 9,5 meter, biasanya 12 meter. Masih aman untuk diambil," ujarnya.
Yudi mengatakan PTMB juga telah memiliki pola pengambilan air yang disusun bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kalimantan untuk mengantisipasi kondisi waduk selama musim kemarau.
Berdasarkan pola tersebut, pengambilan air baku sebesar 1.000 liter per detik masih dapat dilakukan pada Agustus. Dengan kondisi penyimpanan air yang masih tersedia, pasokan air diperkirakan masih dapat bertahan hingga akhir tahun.
"Pada Agustus kita masih bisa ambil 1.000 liter per detik. Kemungkinan sampai Desember mungkin 75 persen. Storage masih lumayan, sekitar 5 sampai 6 meter. Mudahan aman," katanya.
Siapkan Sumber Air Alternatif
Untuk mengantisipasi kemarau berkepanjangan, PTMB juga menyiapkan sejumlah sumber air alternatif.
Salah satunya adalah Embung Wain di Balikpapan Utara. Yudi mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan bersama Dinas Kehutanan agar embung tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu menambah pasokan air baku.
"Mudahan bulan depan ada alternatif lain. Embung Wain, sudah rapat dengan Dinas Kehutanan, semoga bisa digunakan untuk menambah," ujarnya.
Selain itu, PTMB juga telah menambah sejumlah sumur sebagai sumber air alternatif. Penambahan sumur dilakukan secara bertahap sejak 2024 dan kembali dilanjutkan pada 2025.
Yudi menyebut sumur tersebut berada di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Timur, Utara, Damai, dan Kampung Baru.
Untuk wilayah Kampung Baru, kapasitas air yang dapat diperoleh dari sumur disebut mencapai sekitar 20 liter per detik.
Tambah Armada Mobil Pengangkut Air
PTMB juga menyiapkan armada mobil pengangkut air sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan.
Saat ini terdapat 12 mobil pengangkut air yang disiapkan. PTMB juga menambah dua unit armada untuk memperkuat distribusi air kepada masyarakat jika diperlukan.
Selain armada milik sendiri, PTMB juga meminjam kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Kita sudah siapkan antisipasi untuk menghadapi (kemarau)," tuntas Yudi.


