Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan pengembangan industri perikanan modern di kawasan pesisir Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, menyusul besarnya potensi hasil kelautan daerah tersebut.
EKSPOSKALTIM, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan pengembangan industri perikanan modern di pesisir Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
"Muara Badak memiliki sumber daya kelautan dan perikanan sangat besar sehingga berpotensi menjadi lumbung perikanan. Karena itu, Pemprov Kaltim berencana membangun klaster industri perikanan modern di kecamatan ini," ujar Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji di Kukar, Sabtu (14/3).
Salah satu potensi unggulan di kawasan pesisir tersebut adalah produksi kerang dara yang diperkirakan bisa mencapai 3.800 ton. Selain itu, Muara Badak juga menghasilkan berbagai komoditas perikanan lain seperti udang, bandeng, dan kepiting.
Data pemerintah daerah menunjukkan, pada 2024 jumlah nelayan di Muara Badak tercatat sebanyak 1.179 orang. Selain itu terdapat 353 pelaku usaha pengolahan hasil perikanan yang memproduksi berbagai olahan seperti kerupuk ikan, ikan asin, camilan berbahan ikan, hingga abon ikan.
Secara keseluruhan, kawasan pesisir Kutai Kartanegara, termasuk Muara Badak, mampu memproduksi udang hingga 19.085 ton per tahun. Produksi ikan bandeng mencapai 6.406 ton, rumput laut 10.626 ton, serta kepiting sebanyak 2.373 ton. Angka ini dinilai masih memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan.
Saat melakukan Safari Ramadan di Muara Badak pada Kamis (12/3), Seno mengatakan rencana pembangunan klaster industri perikanan modern tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra produksi perikanan unggulan di Kalimantan Timur.
Selain pembangunan klaster industri, pemerintah provinsi juga menyiapkan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan berupa cold storage bagi setiap Koperasi Merah Putih.
Menurut Seno, fasilitas tersebut penting agar hasil tangkapan nelayan maupun hasil panen perikanan dapat disimpan lebih lama tanpa risiko membusuk.
"Koperasi Merah Putih nantinya dapat bekerja sama dengan nelayan maupun petani perikanan agar hasil panen mereka bisa disimpan lebih lama dan tidak takut busuk," kata Seno.
Dalam kegiatan Safari Ramadan itu, Seno juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap memprioritaskan pemberdayaan masyarakat serta peningkatan sumber daya manusia.
Salah satunya melalui program pendidikan gratis bagi mahasiswa asal Kalimantan Timur yang telah memiliki KTP daerah tersebut minimal tiga tahun. Program ini mencakup jenjang pendidikan dari strata satu hingga strata tiga bagi sekitar 120 ribu mahasiswa.
"Ini merupakan bagian dari Program Gratispol Kaltim. Program gratis lain yang dijalankan di periode ini antara lain umrah, insentif untuk marbot masjid, rumah layak huni, dan lainnya," ujar Seno.



