Di tengah upaya menekan angka stunting, Dinkes Samarinda menggencarkan distribusi vitamin A kepada puluhan ribu balita melalui puskesmas dan posyandu selama Agustus.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mulai menggencarkan pelaksanaan Bulan Vitamin A Agustus 2026 dengan target menjangkau 54 ribu balita.
Program nasional ini ditegaskan bukan sekadar pembagian suplemen untuk menjaga kesehatan mata, melainkan menjadi salah satu instrumen penting memperkuat imunitas, mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus mencegah stunting sejak dini.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Samarinda, Rudy Agus Riyanto, mengatakan masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman keliru mengenai manfaat vitamin A. Menurutnya, vitamin A yang dibagikan pemerintah memiliki dosis tinggi dan telah melalui kajian ilmiah, berbeda dengan produk yang beredar di pasaran.
"Dosisnya kalau dibandingkan dengan vitamin A yang termahal sekalipun, itu paling tinggi 40 ribu international unit. Sedangkan yang dikirim lewat kami dari Kementerian Kesehatan adalah vitamin A minimal 100 ribu international unit, itu yang warna biru," ujarnya kepada EksposKaltim, Selasa (4/8).
Rudy menjelaskan pemerintah menyediakan dua jenis kapsul vitamin A. Kapsul biru dengan kandungan 100 ribu International Unit (IU) diberikan kepada bayi usia 6–11 bulan, sedangkan kapsul merah berisi 200 ribu IU diperuntukkan bagi anak usia 12–59 bulan serta ibu nifas.
Pemberiannya pun berbeda. Bayi usia 6–11 bulan cukup menerima satu dosis dalam setahun, sedangkan balita usia 12–59 bulan mendapat dua dosis dengan interval enam bulan. Adapun ibu nifas memperoleh dua kapsul yang dikonsumsi dalam rentang 24 jam setelah melahirkan.
Untuk mempermudah distribusi, Kementerian Kesehatan menetapkan Februari dan Agustus sebagai Bulan Vitamin A. Kendati demikian, Rudy menegaskan pelayanan tetap tersedia di puskesmas di luar dua bulan tersebut.
Lebih jauh, ia meluruskan anggapan bahwa vitamin A hanya berfungsi menjaga kesehatan mata.
"Memang vitamin A itu untuk kesehatan mata. Itu tidak salah, tapi vitamin A jauh lebih hebat daripada itu," katanya.
Ia menjelaskan vitamin A berperan merangsang hormon pertumbuhan, memperbaiki lapisan mukosa tubuh, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Karena itu, vitamin A juga menjadi bagian dari tata laksana penanganan penyakit tertentu pada anak, seperti diare dan campak.
Menurut Rudy, seluruh manfaat tersebut bermuara pada satu tujuan besar, yakni mencegah anak mengalami gangguan pertumbuhan yang berujung stunting.
"Semua program pemerintah untuk balita ujung-ujungnya sebetulnya untuk menjaga stunting. Kalau anak gampang terkena infeksi, berat badannya akan turun, pertumbuhannya ikut terganggu, akhirnya bisa menjadi stunting," jelasnya.
Karena itu, Dinkes Samarinda lebih menitikberatkan upaya pencegahan daripada penanganan setelah stunting terjadi. Di sisi lain, ia mengakui tantangan terbesar justru datang dari karakter masyarakat perkotaan yang cenderung lebih memilih berobat ke rumah sakit atau dokter spesialis dibanding memanfaatkan layanan kesehatan dasar di puskesmas maupun posyandu.
Padahal, menurut Rudy, seluruh program kesehatan masyarakat yang dilaksanakan di puskesmas disusun berdasarkan standar ilmiah dan memiliki indikator yang terukur.
"Program yang diletakkan di puskesmas sering dianggap remeh. Padahal semua program di puskesmas, bukan cuma vitamin A, justru sangat terukur," ujarnya.
Lebih lanjut Rudy memastikan pelaksanaan Bulan Vitamin A tahun ini tidak terkendala ketersediaan stok. Pasokan dari pemerintah pusat telah diterima seluruh puskesmas dan tak terdampak kebijakan efisiensi anggaran.
"Untungnya untuk yang masalah ini tidak ada efisiensi, jadi betul-betul tersedia, sudah siap semuanya," ujarnya.
Distribusi vitamin A akan dilakukan melalui seluruh puskesmas dengan melibatkan kader posyandu. Jika cakupan pelayanan belum memenuhi target, sejumlah puskesmas juga akan melakukan berbagai inovasi, mulai dari membuka layanan di pusat keramaian hingga melakukan sweeping atau kunjungan dari rumah ke rumah.
Selain memperoleh kapsul vitamin A secara gratis, masyarakat yang datang ke posyandu juga akan mendapatkan layanan pemantauan tumbuh kembang anak melalui penimbangan berat badan dan pengukuran panjang badan.
Oleh karena itu, Rudy mengajak seluruh orang tua memanfaatkan Bulan Vitamin A sebagai momentum memastikan pertumbuhan anak tetap optimal.
"Tanpa masyarakat itu sendiri mau bergerak membangun kesehatan masing-masing, kita semua akan kesulitan," pungkasnya.



