BPBD PPU dan tim gabungan menangani karhutla di Jenebora dan Pemaluan sejak Jumat (16/10). Akses sulit dan titik asap yang masih ditemukan membuat penanganan di Jenebora berlanjut hingga Sabtu pagi.
EKSPOSKALTIM, Jakarta — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menghadapi kendala akses dan kondisi medan. Di Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, petugas masih menemukan sejumlah titik asap hingga Sabtu (17/10) pagi, sehari setelah kebakaran terjadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU bersama tim gabungan menangani karhutla di Jenebora dan Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, sejak Jumat (16/10).
“Penanganan karhutla dilakukan untuk mencegah api meluas dan memastikan kondisi lahan yang terbakar benar-benar aman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, di Penajam, Sabtu.
Di Jenebora, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.30 Wita di RT 12, tepatnya di kawasan lahan reforma agraria milik Badan Bank Tanah. Hingga Sabtu pagi, petugas masih menemukan sejumlah titik asap sehingga penanganan dilanjutkan dengan penyemprotan untuk mendinginkan area yang terbakar.
Nurlaila menjelaskan, proses pemadaman di lokasi tersebut terkendala akses menuju titik kebakaran yang sulit dijangkau. Sejumlah titik api dan asap berada cukup jauh dari jangkauan petugas, sementara kondisi kawasan berbukit menambah tantangan penanganan.
Material yang terbakar meliputi lahan mineral bercampur gambut tipis, semak belukar, dan pepohonan. Luas area terdampak di Jenebora masih dalam proses pengukuran setelah seluruh kegiatan penanganan selesai.
Tim gabungan yang menangani kebakaran di Jenebora terdiri atas personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Dinas Pertanian Kabupaten PPU.
Pemaluan Terbakar 2,2 Hektare
Selain Jenebora, karhutla juga terjadi di kawasan Tol 6B, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, pada lahan milik Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Petugas pemadam kebakaran dari Posko Maridan dan Posko Sepaku menerima laporan kebakaran pada Jumat pukul 15.03 Wita. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 15.52 Wita.
“Penanganan berlangsung hingga pukul 24.00 Wita dengan mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam dan pendukung pasokan air,” ujar Nurlaila.
Pemadaman melibatkan unsur Damkar dan Trantibum OIKN, kepolisian, TNI, masyarakat peduli api, pihak perusahaan, serta petugas keamanan dan pekerja proyek pembangunan di sekitar lokasi.
Berdasarkan laporan petugas, luas lahan yang terbakar di Pemaluan diperkirakan mencapai 2,2 hektare. Area tersebut terdiri atas dua titik kebakaran, masing-masing sekitar 0,6 hektare dan 1,6 hektare. Hingga laporan disampaikan, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Nurlaila mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan kering. Warga juga diminta segera melaporkan temuan api atau asap kepada pengurus RT, kepala desa, maupun petugas agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan kering, serta segera melaporkan ke RT, kepala desa, maupun petugas jika melihat api atau asap agar dapat ditangani sebelum meluas,” ujar Nurlaila. (ant)


