PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tak Perlu Tiap Hari, Dokter Kulit Ungkap Aturan Mandi Ideal: 3-7 Kali Seminggu Cukup

Home Berita Tak Perlu Tiap Hari, Dokt ...

Mandi tak sekadar menyiram air untuk bersih dari kuman. Dermatolog menyebut mandi berkaitan dengan mikrobioma kulit. Terlalu sering justru merusak pelindung kulit, aturan idealnya 3 sampai 7 kali seminggu dan tak lebih dari 10 menit.


Tak Perlu Tiap Hari, Dokter Kulit Ungkap Aturan Mandi Ideal: 3-7 Kali Seminggu Cukup
Mandi tidak dianjurkan setiap hari, hanya jika mulai ada bau pada tubuh. (ilustrasi-ist)

EKSPOSKALTIM, Kesehatan - Mandi adalah cara paling hemat biaya untuk mengurangi penyakit. Idealnya dilakukan 3 sampai 7 kali per minggu.

Namun mandi bukan sekadar mengguyur tubuh dengan air bersih.

Dermatolog asal New York, Shari Marchbein, M.D., dalam publikasi Real Simple, mengatakan mandi berkaitan dengan mikrobioma di kulit, sehingga ada langkah yang harus diperhatikan.

“Jika anda terlalu sering mandi, anda akan menghilangkan ceramide dari kulit, sehingga kulit anda akan kering dan gatal,” kata Marchbein.

Profesor klinis dermatologi Yale School of Medicine, Mona Gohara, M.D., menyebut mandi sebaiknya dilakukan ketika sudah melakukan tes penciuman.

“Mandilah jika anda merasa mulai bau, karena itu bisa menandakan perubahan mikrobioma kulit, yang dapat menyebabkan iritasi,” ucap Gohara.

Asosiasi Akademi Dermatologi Amerika menyarankan durasi mandi tidak lebih dari 10 menit. Terlalu lama bisa mengganggu fungsi kulit sebagai penghalang dari zat asing.

"Triknya adalah masukkan lengan anda (ke dalam aliran air), lalu kaki anda, sehingga anda mendapatkan tambahan kelembapan tanpa merusak kulit anda. Keluarlah sebelum jari-jari anda terlihat keriput," kata Gohara.

Soal suhu, Marchbein mengatakan tidak perlu khawatir berlebihan, tapi pastikan air tidak terlalu panas karena merusak lapisan pelindung kulit lebih cepat.

Cara cek suhu ideal: nyalakan air lalu periksa cermin di atas wastafel. Jika cermin berembun penuh dalam 1-2 menit, kecilkan suhunya.

“Kemungkinan besar, jika airnya sangat panas, anda tidak membilas semua residu pembersih sepenuhnya, yang dapat mengeringkan kulit anda,” ujarnya.

Untuk sabun, pilih yang hipoalergik dan bebas pewangi. Formulanya mengandung lebih sedikit bahan pemicu iritasi. Sabun antibakteri justru keras dan bisa menyebabkan kekeringan.

Menurut jurnal Hygiene, sabun batang kemungkinan besar tidak menularkan bakteri, asal dijaga tetap kering untuk mengurangi kontaminasi.

Untuk rambut, instruktur dermatologi di Weill Cornell Medical College, Michelle Henry, M.D., mengatakan cuci rambut hanya saat berminyak agar minyak alami tidak hilang.

“Jenis rambut halus dapat dicuci dua atau tiga hari sekali, sedangkan jenis rambut keriting yang cenderung lebih kering dapat dicuci hingga tujuh hari sekali untuk membantu mengurangi kerusakan," ucap Henry.

Ahli trikologi dan pendiri Act+Acre, Helen Reavey, menambahkan kondisioner berfungsi menutup kutikula dan menghaluskan batang rambut agar mudah diurai, sehingga tak perlu dipakai terlalu lama.

Setelah mandi, tepuk-tepuk tubuh dan rambut lembut dengan handuk mikrofiber. Oleskan losion saat kulit masih lembap.

Ketua tim Epidemiologi Air, Sanitasi, dan Kebersihan Domestik di CDC, Amy Freeland, Ph.D., menyarankan urutan mandi yang tepat: cuci rambut dan pijat kepala perlahan dengan sampo, bilas sebelum pakai kondisioner, lalu cuci tubuh dari leher hingga kaki, cukur jika perlu, dan terakhir cuci wajah untuk memastikan sisa kondisioner hilang di garis rambut.

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :