PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tambang Mulai Tergeser, Sektor Nonekstraktif Kutim Melonjak hingga 30 Persen

Home Berita Tambang Mulai Tergeser, S ...

Tambang Mulai Tergeser, Sektor Nonekstraktif Kutim Melonjak hingga 30 Persen
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. (ist)

EKSPOSKALTIM , Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, bergerak cepat melakukan diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif.

Sebaliknya, Pemkab Kutim kini memperkuat peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf) sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi daerah.

“Batu bara dan migas tidak dapat terus memberikan kesejahteraan dan pemerataan sepenuhnya kepada masyarakat. Apalagi komoditas ini suatu saat akan habis. Oleh karena itu, pemda harus terus mendorong sektor ekonomi kreatif dan UMKM,” ujar Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Sangatta, Minggu (27/9/2026).

Ardiansyah menjelaskan, Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim menunjukkan pergeseran positif dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2023, sektor nonekstraktif hanya menyumbang 10–15 persen terhadap PDRB. Namun, pada data PDRB 2025 yang dirilis tahun 2026 ini, kontribusinya melonjak signifikan hingga mencapai 30 persen.

Pertumbuhan yang menggembirakan ini didorong oleh sektor UMKM, industri rumah tangga, pariwisata, serta perhotelan.

Tren ini menjadi sinyal kuat bahwa dominasi sektor pertambangan batu bara dan migas di Kutim perlahan mulai tergeser oleh sektor riil.

Dorong Modal dan Teknologi Pertanian

Untuk memperkuat sektor nonekstraktif tersebut, Bupati Ardiansyah memanggil dinas terkait untuk proaktif melakukan pendampingan.

Hal itu ia sampaikan di sela-sela Lokakarya Pengembangan Bisnis di Sangatta, Sabtu (26/9/2026).

Selain pendampingan, dinas terkait juga diminta menyampaikan bantuan modal bagi pelaku usaha yang potensial.

Tidak hanya UMKM dan ekraf, bupati juga menekankan pentingnya penerapan teknologi pada sektor pertanian dan peternakan.

Menurutnya, keterbatasan lahan di Kutim saat ini dapat diatasi melalui konsep pertanian terintegrasi (integrated farming) dan sistem hidroponik.

Dalam kesempatan yang sama, Ardiansyah menyambut baik peran komunitas Tangan Di Atas (TDA) Sangatta yang menjadi wadah pelatihan wirausaha muda.

Ia berharap lokakarya yang diadakan bersama pemda ini mampu melahirkan banyak wirausahawan baru di Kutim.

Sinergi Komunitas dan Digitalisasi Usaha

Ketua TDA Sangatta periode 2026–2029, Nanin, menyatakan kesiapannya untuk menyelaraskan program kepengurusan dengan arah kebijakan daerah dan nasional guna mendukung penuh diversifikasi ekonomi.

“Prioritas kami mencakup regenerasi anggota, peningkatan kapasitas bisnis, dan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi TDA Passport untuk mengelola tata keanggotaan serta usaha,” kata Nanin.

Nanin menambahkan, salah satu agenda unggulan yang tengah disiapkan adalah Pasar Wirausaha. Melalui program ini, TDA Sangatta akan memberikan pendampingan berkelanjutan agar produk lokal Kutim berhasil menembus pasar yang lebih luas.

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :