PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Duh, Giliran Lagu Daerah Kaltim Terancam Punah

Home Berita Duh, Giliran Lagu Daerah ...

Di tengah dominasi musik digital dan selera instan anak muda, lagu-lagu asli Kalimantan Timur kian terpinggirkan. Universitas Mulawarman mencoba menariknya kembali ke ruang dengar generasi Z dengan cara baru.


Duh, Giliran Lagu Daerah Kaltim Terancam Punah
ILUSTRASI penari dayak. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Tim Kelompok Program Inovasi Seni Nusantara Universitas Mulawarman menggalakkan revitalisasi lagu asli Kalimantan Timur agar warisan budaya tidak punah di tengah arus digitalisasi industri kreatif.

“Kami melihat urgensi untuk segera melakukan langkah konkret sehingga warisan budaya tak benda Kaltim tidak hilang dan tetap relevan untuk Generasi Z,” kata Ketua Tim Kelompok Program Inovasi Seni Nusantara Universitas Mulawarman, Zamrud Whidas Pratama, dikutip Minggu (14/12) dari ANTARA.

Zamrud menilai lagu-lagu daerah semakin terpinggirkan seiring menurunnya minat generasi penerus untuk mempelajari dan mendengarkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, strategi revitalisasi yang dirancang tim tidak berhenti pada pengarsipan. Fokus utama diarahkan pada pemanfaatan media digital sebagai jembatan komunikasi budaya. Lagu-lagu tradisional dikemas ulang dengan aransemen yang lebih segar dan kekinian, tanpa menghilangkan esensi nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Pendekatan kami sangat krusial mengingat anak muda zaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di platform streaming musik dan media sosial ketimbang mendengarkan radio konvensional,” ujar Zamrud.

Selain teknologi, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama program ini. Akademisi, praktisi seni, dan pemerintah daerah dilibatkan untuk memastikan upaya pelestarian berjalan berkelanjutan.

Kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat mengintegrasikan kembali pengenalan lagu daerah ke dalam kurikulum muatan lokal di tingkat sekolah dasar hingga menengah.

Para maestro seni lokal juga dilibatkan secara aktif. Mereka memberikan bimbingan teknis, mulai dari cengkok hingga makna filosofis lagu, agar aransemen ulang tidak menggeser nilai aslinya.

Momentum pagelaran seperti Samarinda Cultural Festival dipandang sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan hasil inovasi ini kepada publik yang lebih luas.

“Upaya itu bertujuan untuk menumbuhkan kembali rasa bangga dan identitas kultural masyarakat Kalimantan Timur terhadap kekayaan seni audial yang mereka miliki,” kata Zamrud.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%100%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :