PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mengapa MU Memilih Carrick? Proses Senyap di Balik Kursi Interim

Home Berita Mengapa Mu Memilih Carric ...

Persaingan terdekat datang dari Solskjaer. Namun, manajemen menilai Carrick lebih selaras dengan struktur organisasi baru klub


Mengapa MU Memilih Carrick? Proses Senyap di Balik Kursi Interim
Michael Carrick akhirnya ditunjuk sebagai pelatih sementara MU. Foto: Rex Features

EKSPOSKALTIM - Keputusan mengejutkan diambil dua hari setelah Ruben Amorim resmi dilepas dari jabatannya sebagai orang nomor satu di kursi kepelatihan Manchester United (MU). Catatan kemenangan 38,1 persen, terendah bagi manajer Manchester United di era Liga Inggris, menjadi titik akhir masa kepemimpinannya.

Direktur Olahraga Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada kemudian bergerak cepat menentukan figur interim yang mampu menjaga stabilitas hingga akhir kompetisi 2025/2026. Berdasarkan laporan ESPN, keduanya sepakat bahwa United membutuhkan sosok yang memahami dinamika internal klub tanpa memerlukan masa adaptasi panjang.

Tiga nama masuk radar, Michael Carrick, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ruud van Nistelrooy. Ketiganya memiliki latar belakang serupa sebagai mantan pemain Manchester United dan pernah terlibat dalam struktur kepelatihan klub.

Dalam proses tersebut, manajemen turut meminta pandangan Sir Alex Ferguson. Meski perannya sebagai duta klub telah dihentikan oleh pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe pada Oktober 2024, Ferguson tetap dianggap memiliki pemahaman mendalam terhadap karakter dan kapasitas para kandidat.

Pertemuan berlangsung informal di Carrington saat sarapan bersama Wilcox dan Berrada. Ferguson tidak diberi peran menentukan, mengingat klub ingin menghindari pengulangan keputusan 2013 ketika ia menunjuk langsung David Moyes. Namun, dukungan positif Ferguson terhadap Carrick disebut memberi penguatan psikologis bagi manajemen.

https://eksposkaltim.com/berita-14313-the-reds-berpesta-berikut-daftar-juara-liga-inggris-10-tahun-terakhir.html

Wilcox menghubungi ketiga kandidat sehari setelah Amorim dipecat. Mereka diminta memaparkan rencana menstabilkan tim dan menjaga peluang kualifikasi Eropa. Carrick dan Solskjaer hadir langsung, sementara Van Nistelrooy mengikuti pertemuan secara daring.

Manajemen akhirnya memilih skema pelatih interim hingga akhir musim, agar klub leluasa menyusun rekrutmen pelatih permanen pada musim panas. Dalam konteks jangka pendek itu, Carrick dinilai paling sesuai.

Pengalaman panjang Carrick di Old Trafford—12 tahun sebagai pemain, lalu asisten pelatih di era Jose Mourinho dan Solskjaer—menjadi faktor kunci. Klub menilai Carrick memahami kultur ruang ganti dan tidak membutuhkan adaptasi struktural.

Dari sisi teknis, Carrick dikenal sebagai pelatih yang dekat dengan pemain. Saat menjadi asisten Solskjaer, ia memegang peran lapangan lebih intens bersama Kieran McKenna, sementara Ole fokus pada manajemen umum tim.

Carrick juga dihormati pemain senior tanpa pendekatan konfrontatif. Karakter tenangnya dipandang sebagai aset di tengah tekanan performa.

 

https://eksposkaltim.com/berita-15994-jadwal-padat-menanti-john-herdman-bersama-timnas-indonesia.html

Persaingan terdekat datang dari Solskjaer. Namun, manajemen menilai Carrick lebih selaras dengan struktur organisasi baru klub. Solskjaer diberi tahu secara langsung bahwa United memilih kandidat lain.

Setelah keputusan final diambil, Carrick segera membentuk staf kepelatihannya. Jonathan Woodgate, Jonny Evans, Travis Binnion, dan Steve Holland ditunjuk sebagai asisten.

Masuknya Holland, mantan asisten Gareth Southgate, dipandang krusial. Pengalaman dan pendekatan disiplin Holland diharapkan menyeimbangkan karakter Carrick yang lebih tenang.

Rekam jejak Carrick dalam mengambil keputusan tegas juga menjadi pertimbangan. Pada tugas interim 2021, ia sempat mencadangkan Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo dalam laga penting, langkah yang menegaskan otoritasnya.

Carrick telah memimpin sesi latihan pertamanya pada Kamis (15/1). Dua laga berat langsung menanti, menghadapi Manchester City dan Arsenal.

Manchester United tidak memberikan jaminan jangka panjang, juga tidak menjanjikan dukungan transfer Januari. Fokus klub saat ini hanya satu, yaitu stabilitas, perbaikan performa, dan menjaga peluang kualifikasi Eropa hingga akhir musim.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :