EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemerintah Kota Bontang mulai mematangkan rencana pembangunan Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari sebagai bagian dari strategi penguatan investasi dan konektivitas ekonomi daerah.
Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah daerah saat ini tengah menyusun kajian Pra Feasibility Study (Pra FS) guna melihat kelayakan awal proyek pelabuhan tersebut sebelum ditawarkan kepada investor.
Dalam penyusunan kajian itu, DPMPTSP Kota Bontang menggandeng Tim Tenaga Ahli Unit Layanan Strategis Sumber Daya Berkelanjutan (ULS PSDB) Universitas Mulawarman Samarinda yang dipimpin Rachmad Budi Suharto.
Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari karakteristik wilayah, potensi ekonomi, kesesuaian tata ruang, hingga prospek pengembangan logistik di masa mendatang.
Menurut Rachmad, posisi geografis Kota Bontang menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan pelabuhan industri. Kota Bontang berada di pesisir timur Kalimantan dan menghadap langsung ke Selat Makassar yang termasuk jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
“Posisi ini memberikan nilai strategis untuk mendukung konektivitas logistik dan distribusi kawasan industri,” ujarnya.
Pelabuhan tersebut nantinya dirancang menjadi bagian terintegrasi dari Kawasan Industri Bontang Lestari. Keberadaannya diproyeksikan mendukung distribusi bahan baku, aktivitas pergudangan, hingga mempercepat arus barang dan pengembangan hilirisasi industri.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur mengatakan penyusunan Pra FS dilakukan agar arah pengembangan pelabuhan memiliki dasar perencanaan yang jelas dan terukur.
Menurutnya, pemerintah daerah ingin memastikan pembangunan pelabuhan tidak hanya menjadi proyek infrastruktur semata, melainkan mampu mendorong pertumbuhan kawasan industri yang terintegrasi.
“Kami ingin pengembangan pelabuhan ini benar-benar menjadi pengungkit ekonomi dan membuka peluang investasi baru bagi daerah,” katanya.
Aspian menambahkan, pendekatan berbasis kajian ilmiah diperlukan agar rencana pembangunan memiliki dasar teknis dan ekonomi yang kuat sebelum ditawarkan kepada investor.
Selain mendukung sektor industri, keberadaan pelabuhan juga diperkirakan berdampak terhadap pertumbuhan sektor penunjang lain seperti transportasi, pergudangan, perdagangan, hingga konstruksi.
Pemerintah Kota Bontang optimistis Kawasan Industri Bontang Lestari dapat berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur dengan dukungan infrastruktur logistik yang memadai.

