EKSPOSKALTIM, SAMARINDA — Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat di Kota Samarinda. Kondisi tersebut berdasarkan dari data surveilans penyakit yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda.
Kepala Dinkes Samarinda, dr Ismed Kusasih, mengatakan tingginya kasus ISPA berkaitan erat dengan faktor iklim dan cuaca yang memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. "Tapi paling banyak adalah ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan," ujarnya.
Menurut Ismed, ISPA merupakan penyakit yang umum ditemukan dan cenderung meningkat seiring perubahan kondisi cuaca. Karena menyerang saluran pernapasan, penyakit ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat masyarakat beraktivitas sehari-hari.
Meski tergolong penyakit yang sering terjadi, Ismed menegaskan bahwa pencegahan ISPA tidak hanya bergantung pada kondisi fisik seseorang.
Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan dapat dimulai dari diri sendiri melalui penerapan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, mencukupi waktu istirahat, memperkuat daya tahan tubuh, serta menggunakan alat pelindung diri (APD) bila diperlukan.
Namun demikian, Ismed menilai kesehatan individu tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan. Menurutnya, lingkungan yang bersih memiliki peran besar dalam mencegah munculnya berbagai penyakit pernapasan, termasuk ISPA.
“Lingkungan yang bersih ini kan sangat menentukan terhadap penyakit-penyakit ISPA. Makanya jangan dianggap remeh kegiatan gotong royong,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ismed menjelaskan bahwa ISPA merupakan istilah umum yang mencakup berbagai jenis gangguan saluran pernapasan. Karena itu, tingkat keparahan penyakit ini dapat berbeda pada setiap pasien.
“Misalnya ISPA yang mengarah ke penyakit paru yang kronis. Misalnya paru-paru basah. Atau yang ke arah sesak napas yang mengganggu. Itu harus dilihat lagi case-by-case-nya,” pungkasnya.

