Meski jumlah orang yang diamankan kini bertambah menjadi lima, polisi masih memburu sejumlah pelaku lain, termasuk seorang perempuan yang sejak awal masuk daftar target operasi alias TO.
EKSPOSKALTIM, Katingan – Penyidik Polda Kalimantan Tengah kembali menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam tragedi berdarah saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan. Meski jumlah orang yang diamankan kini bertambah menjadi lima, polisi masih memburu sejumlah pelaku lain, termasuk seorang perempuan yang sejak awal masuk daftar target operasi (TO) namun hingga kini belum berhasil ditemukan.
Perkembangan terbaru ini disampaikan Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, Rabu (8/7). Menurutnya, dua orang berinisial Y dan L berhasil diamankan pada Rabu pagi dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
Meski hasil penyidikan mengarah pada dugaan keterlibatan keduanya dalam penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan, penyidik belum menetapkan status tersangka.
"Walaupun mengarahnya ke tersangka, kami masih gelar perkara dulu sesuai mekanisme," kata Dodik, dikutip dari antara.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan tersebut, yakni N, R, dan S alias A.
Dodik menjelaskan, ketiganya memiliki hubungan kekerabatan dan diduga berbagi peran saat melakukan penyerangan terhadap petugas.
Tersangka N menjadi tersangka terbaru yang dijerat pasal penganiayaan berat karena diduga terlibat langsung melakukan kekerasan fisik terhadap personel kepolisian.
"Tersangka N dikenakan pasal penganiayaan berat. Ia diduga kuat terlibat langsung melakukan kekerasan fisik yang mengakibatkan luka berat pada personel kepolisian di lapangan," ujarnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sementara itu, tersangka R diduga turut membantu jalannya aksi penyerangan dan memperkeruh situasi saat operasi berlangsung. Adapun tersangka S alias A diduga membawa senjata tajam yang digunakan untuk mengancam maupun menyerang petugas.
"Yang inisial R perannya turut serta, dan inisial S perannya membawa senjata tajam," lanjut Dodik.
Meski telah mengamankan lima orang, kepolisian memastikan penyidikan masih terus berkembang. Polisi belum bersedia mengungkap jumlah pelaku lain yang masih diburu.
"Untuk jumlahnya belum bisa kami sebutkan karena masih dalam pengembangan," katanya.
TO Perempuan Diburu
Di tengah pengembangan kasus, muncul fakta baru terkait operasi penggerebekan yang berujung tragedi tersebut.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengungkapkan bahwa sejak awal polisi juga memburu seorang perempuan yang diduga terkait jaringan peredaran narkoba di lokasi.
Keberadaan target perempuan itu bahkan menjadi alasan dilibatkannya personel polisi wanita (Polwan) dalam operasi penindakan.
"Ada anggota Polwan yang dilibatkan karena diketahui akan ada terduga pelaku atau bandar narkoba yang merupakan seorang perempuan. Karena itu personel Polwan sudah disiapkan di satu titik," ujar Iwan saat konferensi pers di Mapolda Kalteng, Selasa (7/7/2026).
Menurut Kapolda, operasi tersebut telah dipersiapkan melalui penyelidikan dan pemantauan sebelumnya sehingga polisi telah mengetahui karakteristik target maupun lokasi yang akan digerebek.
Namun situasi berubah ketika keluarga target dan sejumlah orang lainnya diduga meneriaki petugas sebagai "perampok". Teriakan itu memancing kedatangan massa yang kemudian diduga menyerang polisi menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan.
Dalam kondisi terdesak, personel Satresnarkoba memilih mundur ke arah Sungai Katingan untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak.
Saat berkumpul di sebuah daratan kecil, beberapa anggota diketahui telah mengalami luka. Namun serangan kembali terjadi hingga personel kembali berenang menyelamatkan diri.
"Dari informasi yang saya terima, ada anggota kami yang sempat diamankan oleh para pelaku. Kemungkinan anggota-anggota inilah yang kemudian gugur," ungkap Iwan.
Sementara itu, target operasi perempuan yang menjadi salah satu sasaran utama penggerebekan hingga kini belum berhasil ditemukan.
"TO perempuan belum ditangkap, saat ini masih dalam penyelidikan di lapangan," kata Dodik.
Keberadaan perempuan tersebut kini menjadi salah satu fokus pencarian aparat bersama sejumlah pelaku lain yang masih buron. Polisi memastikan pengejaran akan terus dilakukan hingga seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Polri maupun jaringan peredaran narkoba di Katingan berhasil diungkap.
Seperti diketahui, tragedi di Desa Tumbang Kalemei mengakibatkan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur, yakni Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana. Kompolnas sebelumnya juga mengungkap dugaan kuat bahwa ketiganya bukan meninggal karena tenggelam, melainkan dibunuh sebelum jasadnya dibuang ke sungai.


