PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Biaya Penanganan Banjir DAS Ampal Membengkak Jadi Rp2,1 Triliun

Home Berita Biaya Penanganan Banjir D ...

Kebutuhan anggaran proyek pengendalian banjir kini membengkak menjadi Rp2,1 triliun, naik sekitar Rp500 miliar dari rencana sebelumnya.


Biaya Penanganan Banjir DAS Ampal Membengkak Jadi Rp2,1 Triliun
Banjir di Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan, akibat meluapnya Sungai Ampal. Pemkot Balikpapan butuh Rp2,1 triliun untuk menuntaskan masalah banjir di sepanjang DAS Ampal. Foto: Ekspos Kaltim

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengonfirmasi bahwa estimasi total kebutuhan anggaran untuk penanganan banjir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal membengkak secara signifikan dari rencana awal Rp1,6 triliun menjadi Rp2,1 triliun.

Lonjakan ini dipicu oleh kalkulasi penyesuaian harga material dan pembebasan lahan terkini.

Mengingat besarnya kebutuhan dana yang diperlukan, pemerintah daerah terpaksa membagi proyek normalisasi tersebut secara bertahap ke dalam beberapa segmen prioritas. Untuk rencana tahun depan, fokus utama APBD akan diarahkan untuk membiayai pembebasan lahan di wilayah hilir.

Kepala Dinas PU Balikpapan, Rita, menjelaskan bahwa bentang panjang area yang harus diintervensi dari wilayah hulu hingga hilir Sungai Ampal mencapai kisaran 4 kilometer guna memastikan ancaman banjir di Kota Minyak benar-benar teratasi secara tuntas.

"Total panjangnya sekitar 4 kilometer dari hulu sampai hilir Ampal yang perlu kita tangani untuk mengatasi banjir. Hal itu yang membuat penanganan fisiknya harus dikerjakan secara bertahap," kata Rita.

Rita menambahkan titik krusial wilayah hilir yang akan menjadi target pembebasan lahan tahun depan adalah kawasan Gang Mufakat, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan. Lokasi padat permukiman ini selama ini dikenal sebagai salah satu titik langganan banjir terparah saat intensitas hujan tinggi.

Melalui skema ganti rugi tersebut, pemerintah daerah nantinya memiliki ruang yang cukup untuk melakukan pelebaran bentang badan Sungai Ampal agar daya tampung air menuju laut menjadi lebih optimal.

"Namun untuk kepastian kebutuhan total luas lahan yang akan dibebaskan, kami masih menunggu hasil dokumen justifikasi lapangan terbaru. Meskipun sebelumnya juga sudah ada kajian awal yang dikantongi," ungkapnya.

Target Rampung Tiga Tahun dengan Skema Cost Sharing

Dinas PU Balikpapan menargetkan proses penataan di Segmen IV wilayah hilir DAS Ampal ini dapat dirampungkan secara keseluruhan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, menyesuaikan dengan kemampuan kas keuangan daerah.

Langkah percepatan di hilir ini sengaja dikejar demi mengimbangi proyek di sisi hulu, di mana infrastruktur Bendali Hulu Sungai Ampal saat ini juga tengah dikebut pengerjaannya oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV menggunakan dana APBN.

Agar tidak membebani APBD Kota Balikpapan secara tunggal, Rita menegaskan pihaknya tengah aktif berkoordinasi guna mencari alternatif pembiayaan lain melalui skema berbagi anggaran (cost sharing).

“Artinya ada spot-spot cost sharing untuk sumber anggarannya. Kita upayakan bisa mengalir bantuan dari BWS perwakilan pemerintah pusat, APBD provinsi, dan dipadukan dengan APBD kota. Harapannya penanganan kendala banjir di Sungai Ampal ini bisa ditangani tuntas dalam waktu yang tidak terlalu lama,” pungkas Rita.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :